Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Features

Tampil Elegan dengan Inovasi Motif Batik

26 Mei 2019, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

READY TO WEAR: Koleksi fashion dipamerkan dalam peragaan busana bertema Blissful of Ramadan.

READY TO WEAR: Koleksi fashion dipamerkan dalam peragaan busana bertema Blissful of Ramadan. (EDY WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tren fashion sepertinya mulai bergeser ke arah simpel dan ready to wear. Jika sebelumnya para fashionista lebih menyukai rancangan yang houte cuture atau adibusana, kini mereka lebih menyukai rancangan yang simpel dan elegan. 

Termasuk koleksi untuk Ramadan dan Lebaran tahun ini, para desainer lebih memilih mengeluarkan rancangan dengan garis potongan simpel, warna-warna soft dan pastel, tapi tetap elegan. Seperti rancangan yang ditampilkan dalam fashion show bertajuk Blissful of Ramadan di rumah Batik Danar Hadi Wuryoningratan.

“Koleksi yang kita tampilkan sebenarnya bukan moslem wear. Karena tak banyak menggunakan kerudung, sehingga lebih universal dan semua perempuan bisa memakai. Kesan yang ingin kita sampaikan tetap simpel dan ready to wear atau bisa langsung dipakai,” papar Marketing Communication Danar Hadi, Inou Marcsta Hernawan, Sabtu (25/5).

Diakui Inou, kesan simpel dalam berpenampilan kini jadi pilihan utama, termasuk kenyamanan baju saat dikenakan. Mengingat ketika dikeluarkan rancangan yang sedikit ribet, konsumen justru bingung. Seperti bawahan yang dilipat-lipat atau atasan yang terlalu rumit saat dipakai. Sekarang konsumen lebih menyukai dress yang lurus dengan pemakaian kerudung simpel. 

Fashion show kali ini juga menampilkan koleksi busana dengan tema grey on white. Untuk menyesuaikan ritme yang diinginkan pasar pecinta fashion. Termasuk pilihan warna yang lebih soft dan bernuansa pastel.

“Warna-warna pastel atau warna soft seperti abu-abu, hijau, biru pasti akan selalu muncul dalam setiap koleksi. Itu kita siapkan bagi mereka yang tak terlalu suka warna yang jadi pusat perhatian,” terangnya.

Sementara itu, pengembangan motif batik terus dilakukan untuk memperkaya koleksi rancangan. Seperti motif Parang Rintik, Sebaran Truntum dan tema Sekar Mahkuto dengan desain etnik nanelegan. Modifikasi dilakukan agar penempatan motif lebih enak dilihat dan tidak kaku saat dikenakan. (edy/wa)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia