Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Persiapan Hadapi Lalu Lintas Lebaran di Kota Bengawan

27 Mei 2019, 14: 05: 24 WIB | editor : Perdana

Persiapan Hadapi Lalu Lintas Lebaran di Kota Bengawan

Arus mudik Lebaran identik dengan potensi kepadatan lalu lintas. Apalagi tahun ini diprediksi pengguna jalur darat akan meningkat. Diperkirakan kenaikan arus kendaraan masuk Kota Solo mencapai 4,22 persen atau setara 7 juta kendaraan. Seperti apa persiapannya?

KEPALA Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta Ari Wibowo mengatakan bahwa arus lalu lintas Lebaran mulai 2014 hingga 2017 terus mengalami kenaikan. Kemudian sempat turun pada Lebaran 2018 karena adanya tol. Tapi ada potensi kenaikan pada 2019 ini. 

Gelombang mudik pertama diprediksi mulai Kamis (30/5), karena bertepatan dengan hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih. Sementara puncak arus mudik diprediksi pada Jumat (31/5), mengingat sehari setelahnya juga merupakan libur nasional Hari Lahir Pancasila. 

“Kamis 30 Mei itu terhitung H-6 Lebaran, puncaknya Jumat 31 Mei terhitung H-5 Lebaran. Makanya posko terpadu mulai diberlakukan pada H-7 Lebaran sekitar 29 Mei,” terang Ari Wibowo.

Arus mudik masih akan terus bertahan hingga Lebaran tiba, mengingat dua hari sebelum Lebaran sudah masuk masa cuti bersama bagi para pekerja yang hendak balik ke kampung halaman. Usai hari raya Idul Fitri pada 5-6 Juni 2019, gelombang arus diprediksi akan terjadi 7-8 Juni. Mengingat beberapa hari setelahnya masih ada potensi gelombang arus balik, posko terpadu masih akan disiagakan hingga H+7 Lebaran, Kamis (13/6). 

“Untuk mengantisipasi kepadatan dalam kota, kegiatan Solo Car Free Day diliburkan sementara pada 2 dan 9 Juni,” kata Ari Wibowo.

Sejumlah persiapan sarana dan prasarana pun sudah disiapkan. Mulai dari keberadaan lokasi rawan hingga antisipasi kesalahan teknis soal angkutan masal yang dipakai para pemudik, baik saat arus mudik atau balik. 

“Kami telah memetakan sejumlah permasalahan yang mungkin akan dihadapi selama masa angkutan Lebaran. Secara umum ada empat fakta masalah di dalam kota seperti kawasan rawan macet, rawan kecelakaan, keberangkatan angkutan masal tambahan, hingga kondisi armada angkutan masal yang tak standar dan tidak laik jalan,” tambah Ketua Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019 Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad.

Dijabarkan dia, untuk kawasan rawan kemacetan masalah muncul biasanya pada antrean panjang di perlintasan kereta api. Kemudian potensi padat di area sekitar pasar tradisional, rumah makan, dan tempat wisata di dalam kota. Termasuk, potensi munculnya antrean panjang di sejumlah ruas jalan atau persimpangan yang bertemu dengan jalan nasional, jalan provinsi atau exit tol. 

“Kawasan rawan macet lainnya yang jadi perhatian adalah ruas jalan yang masih dalam perbaikan. Meski kegiatannya sudah libur, tapi material sisa pekerjaan akan mengurangi kapasitas dan fungsi jalan. Ini jadi fokus perhatian, khususnya di sekitar Gladag,” kata Taufiq.

Mengenai kawasan rawan kecelakaan, sambung dia, adalah kawasan-kawasan di mana potensi terjadi kecelakaan cukup tinggi. Hal ini bisa disebabkan kondisi jalan yang cukup gelap atau luasan jalan tidak begitu lebar dan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas.

“Kondisi jalan kurang baik dan cukup gelap kalau malam hari seperti di Jalan Sumpah Pemuda, Jalan Letjen Soeprapto, dan Jalan Adi Sucipto (depan SMA Ursulin),” paparnya.

Sementara soal permasalahan teknis, perhatian petugas tertuju pada banyaknya armada bus yang datang bersamaan dari ibu kota atau menuju ibu kota di Terminal Tirtonadi. Permasalahan tersebut dapat disebabkan pada kurangnya bus pengantar, penumpang membeludak, atau  pilih-pilih armada oleh para penumpang. “Kadang masalah lainnya kalau ada armada yang tidak lolos pengujian dan pengecekan,” papar Taufiq.  

Guna mengantisipasi permasalahan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai dinas, mulai dari satpol PP, dinas perdagangan, pariwisata, hingga kepolisian untuk memaksimalkan pengawasan dan pengaturan. Selain itu, memasang rambu petunjuk arah di 128 titik di dalam kota, pemasangan barikade dan water barrier (pembatas jalan).

 “Ada juga personel yang siaga. Nanti petugas patroli dari perparkiran juga akan patroli terus. Kegiatan mulai dari penindakan pelanggaran sampai pembinaan jukir dan pengelola parkir,” tuturnya.  

Dishub juga sudah siapkan empat rest area di Jalan Adi Sucipto (barat), Jalan Kol Sugiyono (utara), Jalan Ir Sutami-Jurug (timur), dan Jalan Yos Sudarso (selatan). Rest area ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung termasuk tenaga medis dan ruang istirahat, termasuk alat perbengkelan sederhana” sambung Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno.

Pengguna smartphone juga bisa mengakses berbagai informasi ini melalui info lalu lintas Kota Solo di www.dishubsurakarta.go.id dan Solo Destination yang bisa di-download.

Arus mudik dan balik Lebaran juga diperkirakan memadati ruas tol Solo-Ngawi. Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas dalam ruas Tol Solo-Ngawi pada hari normal berada di kisaran 11 ribu kendaraan per hari. Pihaknya menduga bakal ada kenaikan cukup signifikan pada arus mudik dan balik mendatang hingga berkisar 31 ribu kendaraan per hari. Bahkan bisa mencapai 41 ribu kendaraan per hari pada puncak mudik atau balik mendatang. Oleh sebab itu pihaknya menambah 14 gardu tambahan di Gerbang Tol Colomadu dan Ngemplak. “Tujuannya agar antrean panjang di depan  pintu tol dapat diurai dengan cepat,” kata dia. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia