Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Kelompok Tani Disuru Bayar Rp 35jt,Pungli Mesin Traktor Catut Dua Nama

27 Mei 2019, 16: 38: 16 WIB | editor : Perdana

Kepala Kejaksaan Negeri Sragen Syarief Sulaiman Nahdi

Kepala Kejaksaan Negeri Sragen Syarief Sulaiman Nahdi

Share this      

SRAGEN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen pekan ini bakal mengembalikan berkas, terkait kasus pungutan liar (pungli) alat dan mesin pertanian (Alsintan) ke Polres Sragen. Kejari meminta terlebih dahulu untuk dilengkapi beberapa berkas sebelum diajukan kembali.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen Syarief Sulaiman Nahdi menyampaikan kejaksaan sudah melakukan pemeriksaan. Lantas memang masih ada berkas yang perlu dilengkapi. ”Polres sudah menyerahkan dan sudah kita teliti, karena perlu penyempurnaan kita kembalikan lagi,” terangnya.

Kajari menyampaikan waktu penelitian selama 14 hari. Dia menjelaskan sudah ada petunjuk untuk melengkapi soal berkas kasus tersebut. Pihaknya menyampaikan tidak lama lagi setelah dikembalikan,l sudah bisa disidangkan.

Sebelumnya, Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen sudah menyerahkan berkas pungli alsintan ke Kejari Sragen. Polres Sragen menetapkan dua tersangka pungli alsinan. Mereka yakni petugas pegawai penyuluh lapangan (PPL) yakni Setya Apri Surtitaningsih dan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang sebelumnya menjabat sebagai kasi di Dinas Pertanian (Disperta) Sragen, atas nama Dariyo.

Polisi mengendus ada dugaan pungli, setelah adanya laporan dari salah satu kelompok tani di wilayah Kecamatan Mondokan ke Polres Sragen. Bantuan mesin itu diam-diam dialihkan lantaran dari kelompok tani tersebut mengaku tak sanggup membayar uang tebusan sebesar Rp 35 juta untuk mesin traktor senilai Rp 450 juta.

Kasat Reskrim  AKP Harno menyampaikan selama penyelidikan, kedua tersangka mengaku melakukan pungli atas inisiatifnya sendiri. Dia menjelaskan masih menunggu pengembalian sebelum dinyatakan lengkap. ”Kami sudah kirim berkas ke Kejaksaan Negeri Sragen,” terangnya.

Pihaknya akan memeriksa lebih lanjut jika ada keterangan dari kedua tersangka meskipun menyangkut pejabat di Sragen. ”Sampai sekarang mereka belum mengatakan ada yang lain yang terlibat,” tegasnya.  (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia