Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Operasi Tim Gabungan Pengawas Makanan Temukan Cacing Pita di Hati Sapi

27 Mei 2019, 16: 52: 19 WIB | editor : Perdana

SIDAK: Sejumlah petugas dari tim gabungan pengawas makanan memeriksa kualitas daging sapi yang dijual di Pasar Induk Klaten, Sabtu (25/5).

SIDAK: Sejumlah petugas dari tim gabungan pengawas makanan memeriksa kualitas daging sapi yang dijual di Pasar Induk Klaten, Sabtu (25/5). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Tim Gabungan Pengawas Makanan Klaten intensif menggelar operasi jelang Lebaran. Menyasar sejumlah pasar tradisional. Kali ini, operasi fokus pada penjualan daging sapi dan ayam di Pasar Induk Klaten, Sabtu (25/5). Upaya ini dilakukan untuk melindungi konsumen.

Operasi fokus pada jeroan sapi, terutama pada bagian hati. Karena sering kali dijumpai cacing pita di hati sapi. Meskipun secara kasat mata, tidak tampak. Tetapi bisa dilihat dari warna seratnya.

”Kalau terlihat serat-seratnya berwarna keputihan, berarti sangat parah kondisinya. Meskipun ketika direbus dengan suhu 90 derajat, cacing akan mati. Tetapi perlu diperhatikan ketika dikonsumsi. Apalagi selama ini kita tahu, daging jeroan itu sumber penyakit,” terang Koordinator Tim Gabungan Pengawas Makanan Klaten Mursidi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Marsudi menambahkan, pihaknya menemukan hati sapi yang terindikasi cacing pita. Barang bukti langsung dilakukan penyitaan. Menghindari ulah nakal dari pedagang yang nekat menjualnya. ”Kami meminta pedagang untuk tidak menjualnya jika ada cacingnya. Tadi yang bersangkutan sudah bersedia untuk tidak menjualnya,” bebernya.

Warsi, 48, pedagang daging sapi yang bagian hatinya terdapat cacing pita mengaku awalnya terlihat bagus. Dia tidak mengetahui jika hati sapi sudah terkontaminasi cacing pita. ”Kalau tahu ada caingnya, ya tidak akan saya jual. Saya baru tahu setelah ada pemeriksaan dari petugas,” bebernya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Triyanto meminta masyarakat untuk lebih jeli. Memastikan daging yang akan dibeli memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (asuh).

”Kami juga temukan ayam yang sengaja direndam air agar beratnya bertambah. Meskipun masih aman dikonsumsi, tetapi konsumen yang dirugikan. Maka dari itu, dari operasi ini, pedagang kami imbau menjual daging segar, bukan rendaman,” ujar Triyanto kepad Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (25/5).

Sebelum membeli daging ayam, masyarakat diimbau untuk memeriksa kualitasnya terlebih dahulu. Jika daging berair, patut dicurigai. Apakah hasil rendaman air atau bukan. Apalagi ketika sudah dimasak, bakal mengalami penyusutan dari ukuran semula.

”Begitu juga terjadi pada daging sapi. Karena sebelum disembelih, ada juga yang diglonggong dengan air untuk menambah berat. Konsumen harus jeli saat membeli daging,” jelasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia