Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Asuransi Pekerja Nonformal Belum Dilindungi

27 Mei 2019, 17: 27: 24 WIB | editor : Perdana

ilustrasi

ilustrasi

Share this      

BOYOLALI – Bagi pekerja formal, mudah mendapatkan perlindungan asuransi ketenagakerjaan. Semua sudah diurusi perusahaan bersangkutan. Begitu juga dengan pembayaran preminya, otomatis dipotong gaji.

Tapi lain ceritanya dengan pekerja nonformal. Padahal, mereka juga memiliki risiko yang sama dengan pekerja formal. Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah (Jateng) dan DI Jogjakarta Moch Triyono mengaku, perlindungan pekerja formal sudah beres. Sebab regulasi dari pusat sampai daerah telah lengkap, tinggal menjalankan saja.

Namun tidak demikian dengan pekerja nonformal seperti petani, nelayan waduk, dan pedagang. Belum terlindungi secara optimal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah di Jateng dan DI Jogjakarta untuk bekerja sama. Memberi perlindungan asuransi kepada pekerja nonformal. 

”Supaya seluruh pekerja di sektor nonformal yang mengalami kecelakaan kerja tak terjerat rentenir. Karena telah disantuni BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Saat ini, partisipasi pekerja sektor nonformal pada asuransi ketenagakerjaan masih terbatas. Padahal preminya sangat terjangkau. Hanya Rp 10.000 per bulan. Ditunjang banyak manfaat.

Di antaranya jaminan kecelakaan kerja (JKK) yang terdiri atas biaya perawatan medis dan rehabilitasi. Lalu penggantian upah sementara saat tidak mampu bekerja, santunan cacat tetap sebagaian atau total, hingga santuan kematian. Juga ada jaminan kematian yang meliputi biaya pemakaman serta santunan berkala dan penuh kepada ahli waris. Termasuk jaminan hari tua (JHT), yakni uang pensiun setelah berhenti bekerja.

Sekda Boyolali Masruri menyatakan pemkab senantiasa mendukung program pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan. ”Kami terus-menerus melakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan dan UMKM bersama jajaran terkait,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia