Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Jalan Nasional Jateng Siap untuk Mudik

28 Mei 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KUNJUNGAN: Kunker sejumlah anggota Komisi V DPR untuk mengecek kesiapan arus mudik Lebaran, khususnya di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

KUNJUNGAN: Kunker sejumlah anggota Komisi V DPR untuk mengecek kesiapan arus mudik Lebaran, khususnya di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Share this      

KONDISI jalan nasional di ruas Jawa Tengah siap digunakan pemudik Lebaran. Penanganan sejumlah jembatan dan jalan berhasil diselesaikan lebih cepat, sehingga sudah dapat dilintasi kendaraan mudik. Di antaranya pekerjaan duplikasi Jembatan Kolonel Sunandar di jalan pantai utara wilayah Kudus, serta pembangunan Jembatan Progo dan Jembatan Galeh di Temanggung.

”Kami memang diperintahkan bapak menteri (PUPR) untuk selesaikan pekerjaan yang dinilai dapat menganggu arus mudik. Ada beberapa kegiatan yang dinilai dapat ganggu arus mudik, namun duplikasi jembatan di Kudus sudah selesai. Duplikasi jembatan di Temanggung juga sudah selesai. Kemudian beberapa lintas selatan juga ada (pekerjaan) rigid yang sudah kami selesaikan. Secara umum di Jawa Tengah sudah siap,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Soebagiono.

Soebagiono menyampaikan hal tersebut kepada rombongan anggota Komisi V DPR saat kunker, mengecek kesiapan sarana dan prasarana pendukung kelancaran arus mudik Lebaran di Semarang-Solo, Jateng pada Jumat (24/5). Lebih lanjut, dia mengatakan, secara umum di Jawa ada lima lintas yang dapat digunakan pemudik. Yaitu lintas pantai utara (pantura), lintas tengah, lintas selatan, lintas pantai selatan (pansela), dan lintas Tol Trans Jawa.

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga, persentase kemantapan jalan nasional di Jawa sebesar 92, 99 persen. Rinciannya jalur pantura Jawa sepanjang 1.341 km (kemantapan jalan 97 persen), lintas tengah 1.197 km (kemantapan jalan 97 persen), lintas selatan 888 km (kemantapan jalan 98 persen), dan lintas pansela 1.405 km (kemantapan jalan 83 persen).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang Akhmad Cahyadi menambahkan, agar tidak menganggu kelancaran arus mudik, segala pekerjaan penanganan jalan nasional di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Jogjakarta sudah dihentikan sementara sejak H-10 hingga H+10.

”Di tempat-tempat tertentu yang kritis tadi, pekerjaan yang belum selesai misalnya pelebaran jalan, pelebaran jembatan, dan lain-lain. Kami siapkan rambu-rambu, terutama pada malam hari. Kami berikan lampu neon dan kami pasang membatas berupa barrier,” sebut Cahyadi.

Sesditjen Bina Marga Soebagiono juga menjelaskan, keberadaan Posko Siaga Sapta Taruna yang didirikan untuk mengantisipasi situasi emergency. Seperti tanah longsor maupun banjir. Jika pemudik menghadapi situasi itu, dapat menghubungi call center Bina Marga di 0812-8383-5757 agar segera mendapat bantuan penanganan.

Beberapa lokasi rawan bencana alam di Jawa Tengah, di antaranya perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, khususnya di selatannya dan Wonosobo. Posko dihuni para petugas yang siaga 24 jam. Dilengkapi alat berat dan material pendukung.

Anggota Komisi V DPR juga sempat melintasi jalan tol Semarang-Solo, saat hendak mengunjungi Stasiun Solo Balapan. Ketua rombongan kunker Ibnu Munzir menyatakan kelegaannya dengan kesiapan jalan nasional maupun tol untuk arus mudik tahun ini. Mereka juga mengecek kesiapan Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (adv/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia