Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Jangan Khawatir, BPJS Tetap Siap Siaga Hadapi Libur Lebaran

28 Mei 2019, 20: 00: 18 WIB | editor : Perdana

Jangan Khawatir, BPJS Tetap Siap Siaga Hadapi Libur Lebaran

SOLO – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak perlu khawatir di masa libur Lebaran ini. Mulai H-7 hingga H+7 Lebaran atau 29 Mei hingga 13 Juni, peserta JKN-KIS tetap memperoleh jaminan pelayanan kesehatan. Di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Bimantoro mengatakan, peserta JKN-KIS yang mudik membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota. Namun tetap dapat mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), walau pun tidak terdaftar di tempat tersebut. Layanan kesehatan bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Bahkan jika tidak ada layanan FKTP terdekat yang membuka pelayanan, pasien bisa langsung dilayani di IGD rumah sakit terdekat.

”Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan, baik di tingkat pelayanan pertama hingga lanjutan, wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Serta tindakan medis yang diperoleh berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta,” terang Bimantoro kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (27/5).

Ditambahkan Bimantoro, pelayanan kesehatan ini hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Bagi yang menunggak, diharapkan untuk menyelesaikan agar mudik tetap nyaman dan aman. Selama libur Lebaran, kantor cabang tetap membuka layanan.

Selain itu juga ada layanan khusus di rumah sakit, melalui petugas informasi dan penanganan pengaduan rumah sakit. Bimantoro juga mengimbau agar rumah sakit transparan mengenai ketersediaan kamar bagi pasien. Terutama pasien JKN-KIS. Jika tidak bersedia mengumumkan, BPJS Kesehatan akan memberikan sanksi yang berakibat ke penilaian atau akreditasi bagi rumah sakit tersebut. 

Pjs Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo Yunia Wahyudiati meminta pasien JKN-KIS yang mengalami kendala atau masalah, baik di rumah sakit maupun puskesmas untuk menanyakan atau mengadu ke dinas. ”Takutnya kalau pasien mengadu ke mana-mana, persoalannya juga akan ke mana-mana. Sehingga tidak akan cepat terselesaikan. Padahal pasien harus segera diberi tindakan,” bebernya. (rls/gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia