Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Disdikbud Jateng Tetapkan Zona PPDB SMA 2019

Palsukan Data, Siswa Bisa Dikeluarkan

28 Mei 2019, 20: 16: 14 WIB | editor : Perdana

Jumeri, Kepala Disdikbud Jawa Tengah

Jumeri, Kepala Disdikbud Jawa Tengah

Share this      

SEMARANG – Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA 2019 Provinsi Jawa Tengah telah ditetapkan. Masyarakat diminta mencermati sistem zonasi itu dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara memalsukan data.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Jumeri mengatakan, orang tua tidak perlu khawatir dan menempuh berbagai cara agar anaknya bisa bersekolah di sekolah incaran. Salah satunya dengan memalsukan surat keterangan domisili (SKD).

“Jangan berupaya memalsukan data demi mengincar sekolah favorit. Sebab, hal itu dapat berakibat fatal baik bagi diri sendiri maupun bagi anak,” kata dia di Semarang, Selasa (28/5).

Selain dapat diproses melalui jalur hukum, lanjut Jumeri, pemalsuan data dapat berdampak bagi masa depan anak. Jika ternyata ditemukan ada data siswa terbukti dipalsukan, siswa tersebut akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

 “Jadi, lebih baik mengikuti proses yang ada. Yakinlah bahwa melalui sistem zonasi ini, tidak ada lagi sekolah favorit karena semua sekolah itu sama,” tambahnya.

Meski perubahan ini belum bisa diterima oleh masyarakat, namun Jumeri berharap masyarakat mau berlatih untuk menerima perubahan. Sebab, sistem zonasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memeratakan pendidikan.

“Banyak hal positif dari sistem zonasi ini. Salah satunya siswa menjadi dekat dengan sekolah sehingga biaya transportasi menjadi murah. Selain itu, pengawasan terhadap anak juga semakin mudah,” bebernya.

Ditambahkan, dengan penerapan sistem itu, nilai ujian nasional tidak berlaku lagi untuk pendaftaran. Sebab, yang menentukan siswa diterima atau tidak adalah zonasi. “Dengan sistem zonasi ini, sekolah wajib menerima siswa di sekitar sekolah atau di dalam zonasi minimal 90 persen. Sisanya, lima persen digunakan untuk jalur prestasi, dan lima persen sisanya untuk jalur perpindahan orang tua,” terang Jumeri.

Terkait mekanisme sistem zonasi, kuota sekolah dan informasi lainnya, masyarakat diminta mengakses situs resmi PPDB Pemprov Jateng di www.pdkjateng.go.id

Di website tersebut, sudah disematkan semua informasi yang dibutuhkan masyarakat terkait PPDB 2019.

“Kalau memang masih kebingungan, silakan mengunjungi sekolah-sekolah teredekat untuk mendapatkan informasi. Atau bisa juga mengunjungi Kantor Cabang Dinas Pendidikan di sejumlah daerah dan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jateng,” ujarnya.

Kapan pendaftaran bisa dilakukan? Jumeri menjelaskan, proses pendaftaran PPDB akan dilakukan secara online dan dibuka mulai 1 Juli 2019 pukul 00.00 WIB. Pendaftaran akan ditutup pada 5 Juli 2019 pukul 23.59 WIB. 

“Sementara pengumuman hasil seleksi pada 9 Juli dilanjutkan proses daftar ulang 10-11 Juli dan hari pertama masuk sekolah pada 15 Juli 2019,” tukasnya.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat mengedepankan integritas dalam PPDB tahun ini. Setelah SKTM dihapuskan sebagai syarat pada proses tersebut, muncul isu adanya masyarakat yang memainkan surat keterangan domisili untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

“Tolong orang tua tidak melakukan itu, jaga integritas sejak dini. Saya juga meminta seluruh masyarakat mengawasi proses PPDB ini agar semua berjalan sesuai aturan,” tegas dia.

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia