Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Polres Sragen Pantau Arus Lalu Lintas Lewat CCTV

29 Mei 2019, 13: 50: 59 WIB | editor : Perdana

DEMI KEAMANAN: Pihak kepolisian tengah memberi penjelasan di sebuah monitor yang merekam sebuah CCTV pada sebuah titik di Sragen.

DEMI KEAMANAN: Pihak kepolisian tengah memberi penjelasan di sebuah monitor yang merekam sebuah CCTV pada sebuah titik di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Jajaran Satlatas Polres Sragen menyiapkan pemasangan CCTV di sejumlah tempat. Tujuannya untuk memantau kondisi arus mudik dan balik di momen Lebaran 2019. Pemantauan ini juga dilakukan selama 24 jam, untuk memastikan kelancaran lalu lintas di jalanan umum Sragen maupun Tol Solo-Kertosono (Soker) melalui electronic traffic law enforcement (ETLE).

Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra yang mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan pihaknya menyiapkan lokasi pemantauan CCTV di beberapa titik. Fokus CCTV ini untuk memastikan kelancaran Operasi Ketupat Candi 2019. ”Kita bekerja sama dengan dinas perhubungan, kominfo dan pihak tol. Total ada 20 titik CCTV yang kita pantau nantinya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (28/5).

Pihaknya menyampaikan 10 titik diantaranya ada di jalan alteri. Yang mana dua diantaranya di Gemolong, karena dianggap salah satunya yang cukup rawan terjadinya kecelakaan. Titik rawan lainnya ada di kawasan Pilangsari.

Sedangkan untuk jalur tol, juga terpantau langsung di ruang ETLE. Di jalur tol sudah terhubung sebanyak 10 titik. ”Minimal H-5 kita sudah terhubung ke semua jaringan CCTV. Kita juga sudah dapat izin dari Jasa Marga dan pengelola tol. Ini dilakukan juga untuk membantu pelayanan kepada masyarakat,” terang kasat lantas.

Pihaknya menjelaskan ada lima pos di jalan arteri dan lima pos lainnya di tol yang akan dibangun. Ini dibuat juga untuk mengantisipasi kemacetan.

Satlantas  sudah menyiapkan tim urai yang bergerak cepat untuk mengatasi kemacetan, andai kata terjadi di sebuah titik.

Pihaknya juga menyampaikan untuk kendaraan angkutan yang tergolong besar akan dilarang jalan pada 30 Mei-2 Juni. Kendaraan yang dilarang meliputi mobil dengan sumbu  tiga atau lebih. Ataupun mobil yang mengangkat material, termasuk truk gandeng. 

”Kendaraan yang mengangkut BBM, kebutuhan pokok masyarakat, kebutuhan medis masih bisa jalan. Polisi juga tidak kaku, jika ada kendaraan berat yang belum sampai tujuan. Kita parkir dulu, akan jalan lagi jika kondisi memungkinkan dengan koordinasi dengan beberapa polres di sebuah wilayah yang dilintasinya,” terangnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia