Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Instansi Saling Backup,Total Sambut Kedatangan Pemudik

29 Mei 2019, 16: 29: 29 WIB | editor : Perdana

MATANGKAN KESIAPAN: Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Mako I Polresta Surakarta kemarin (28/5).

MATANGKAN KESIAPAN: Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Mako I Polresta Surakarta kemarin (28/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kota Bengawan bukan hanya menjadi tujuan pemudik, tapi juga jalur penghubung dengan wilayah lainnya, termasuk ke Provinsi Jawa Timur. Karena itu, seluruh persiapan dimaksimalkan. Mulai dari pengamanan, infrastruktur, dan fasilitas pendukung lainnya.

Sedikitnya 1.200 personel gabungan TNI-Polri dan pemkot disebar terutama di jalur padat kendaraan. Kapolresta Surakarta  Kombes Pol Ribut Hari Wibowo memastikan seluruh komponen siap saling  backup.

“Kita tetap meningkatkan kewaspadaan sehingga insya Allah semuanya aman dan terkendali. Ada empat pospam (pos pengamanan, Red) dan satu posyan (pos pelayanan. 14 pos polisi kita optimalkan,” urainya usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Mako I Polresta Surakarta kemarin (28/5).

Ditegaskan kapolresta, pengawasan dan pengamanan tidak hanya di akses mudik, tapi juga kawasan permukiman yang ditinggalkan pulang kampung. Personel gabungan bakal mengintensifkan patroli. 

Di lokasi yang sama, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menuturkan, pemkot sudah siap memberikan pelayanan maskimal kepada pemudik. “Dishub sudah saya minta mendirikan rest area. Termasuk DKK (dinas kesehatan kota, Red) untuk segera menempati pos-pos tersebut. DPU (dinas pekerjaan umum) sudah saya minta menambal sementara jalan berlubang,” urainya.

Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Busroni menambahkan, dari hasil evaluasi Operasi Ketupat Candi tahun lalu, kawasan Palang Joglo menjadi titik kemacetan. Sehingga lokasi pos pelayanan terpadu yang biasanya di Gladak dipindahkan ke titik tersebut.

“Tahun ini yang menjadi beban arus di sekitar Palang Joglo karena limpahan kendaraan dari exit tol Klodran, serta dari exit tol Gondangrejo,” kata dia

Di pos pelayanan terpadu, lanjut Busroni, dilengkapi alat TMC dari Mabes Polri serta video conference dari satuan wilayah tetangga. Itu guna melihat potensi datangnya kendaraan dari arah barat dan sistem oneway yang diterapkan dari Jakarta.

Bila ada lonjakan jumlah kendaraan dari arah Klodran, maka arus dialihkan dari simpang tiga Masjid Mujahidin belok kanan masuk ke Jalan Ahmad Yani. Sedangkan ketika beban arus dari arah Gondangrejo tinggi, kendaraan yang menuju Sukoharjo dan Karanganyar dapat berbelok kiri masuk ke Kampung Sekip, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari.

Bagaimana ketika arus kendaraan dari Palang Joglo padat?  Kasat lantas mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pengelola jalan tol Trans Jawa serta seluruh kasat lantas se-eks Karesidenan Surakarta agar mengarahkan kendaraan keluar exit tol Ngasem atau exit tol Kebakkramat. 

Bagi pemudik arah Sukoharjo dan sekitarnya dan melintasi Jalan Slamet Riyadi diimbau menghindari kawasan Bundaran Gladak karena ada proyek penataan koridor Jalan Jenderal Sudirman. 

“Untuk yang ingin belanja di Pasar Klewer, PGS (Pusat Grosir Solo) dan BTC (Beteng Trade Center) agar parkir di alun-alun, Benteng Vestenburg di kuliner galabo, balai kota Surakarta, atau kantong parkir lainnya. Setelah parkir baru jalan ke tempat yang dituju,” beber dia. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia