Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

SD Muhammadiyah Program Khusus Gelar Kampung Ramadan ala KKN

30 Mei 2019, 15: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SD Muhammadiyah Program Khusus Gelar Kampung Ramadan ala KKN

RAMADAN selalu diisi dengan berbagai kegiatan. Kebanyakan kegiatan itu yang dipusatkan di masjid, atau pondok pesantren. Namun ada satu program menarik yang digagas SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Mereka menggelar Kampung Ramadan di dukuh Tegalsari, Canden, Sambi, Boyolali, kemarin.

Kegiatan ini mirip seperti kuliah kerja nyata (KKN) di perguruan tinggi. Sebanyak 56 siswa kelas V bermukim di rumah penduduk selama tiga hari. Mereka langsung berinteraksi dengan masyarakat setempat hingga mengikuti kegiatan warga sehari-hari.

Kegiatan ini bertema Menanamkan Nilai Kearifan Kemasyarakatan dalam Bingkai Kampung Ramadan. Andi Arfianto, salah seorang guru kelas V menyampaikan, Kampung Ramadan ini merupakan salah satu bentuk implementasi model pembelajaran abad ke-21. Prinsipnya pembelajaran berpusat pada siswa, bersifat kolaboratif, kontekstual, dan terintegrasi dengan masyarakat.

”Kegiatan ramadan tahun ini kami rancang supaya siswa bisa belajar langsung dengan masyarakat. Selama tiga hari mereka tinggal di rumah-rumah penduduk dan merasakan langsung dinamika kegiatan kemasyarakatan,” beber Andi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pihaknya bekerjasama dengan warga serta Pondok Pesantren Manafiul Ulum Canden, Sambi, Boyolali. Rangkaian kegiatannya meliputi, penyaluran beras zakat fitri, tinggal bersama orang tua asuh, orientasi lingkungan desa dan pondok pesantren, salat jamah di masjid, kerja bakti bersama warga, bakti sosial, dan pasar murah.

Dalam kegiatan tersebut siswa dibagi menjadi 14 kelompok yang terdiri dari 6 kelompok putri dan 8 kelompok putra. Kegiatan ini melibatkan orang tua asuh dan yang akan membimbing siswa dalam kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

Puncaknya digelar bakti sosial, pasar murah sembako, dan pengobatan gratis yang digelar di komplek masjid Darussalam Desa Tegal Sari. Hasil penjualan sembako murah dan pakaian pantas pakai tersebut akan disumbangkan ke pondok pesantren, masjid, dan kas RT setempat. Sementara pengobatan gratis  melibatkan orang tua siswa yang berprofesi sebagai dokter.

Muhammad Afif Nurrahman, salah seorang siswa kelas V mengaku senang mengikuti Kampung Ramadan. ”Ini pengalaman pertama saya tinggal bersama orang tua asuh dan benar-benar merasakan suasana Ramadan bersama masyarakat yang belum saya kenal sebelumnya,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat setempat, Nur Rokhim antusias menyambut kegiatan ini. ”Bukan sekedar membawa manfaat materi, tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah manfaat silaturrahim dan pengalaman saling belajar dalam membimbing anak-anak,” ujarnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia