Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Inisiatif Ganjar Damaikan Pendukung 01 dan 02 Mendapat Apresiasi

30 Mei 2019, 08: 23: 07 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Tangkapan layar dari akun @anaslesmono pemenang #LombaVidgramGanjar.

Tangkapan layar dari akun @anaslesmono pemenang #LombaVidgramGanjar.

Share this      

JAKARTA - Situasi politik yang memanas membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tergerak untuk ikut andil mendinginkan situasi. Sebagai Gubernur yang dikenal millenial, Ganjar menggunakan cara unik untuk mendinginkan situasi politik, yakni dengan menggelar lomba Vidgram.

Lomba Vidgram dengan hastag #LombaVidgramGanjar merupakan lomba video pendek di media sosial Instagram dengan tema 'Pemilu Sudah Berlalu, Saatnya Bersatu'. Lomba yang digelar pada 20-27 Mei tersebut berhasil menarik perhatian warganet.

Setidaknya ada 146 peserta yang ikut serta dalam lomba yang menawarkan hadiah uang tunai kepada para pemenangnya itu. Tak hanya dari dalam negeri, beberapa warganet dari luar negeri juga ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.

Para pemenang lomba itu secara resmi diumumkan oleh Ganjar pada Rabu (29/5). Pengumuman dilakukan Ganjar melalui televisi nasional, saat diundang dalam acara Mata Najwa Live, Rabu (29/5) malam.

"Setelah berunding dengan tim, saya memutuskan pemenang lomba Vidgram ini adalah akun @anaslesmono dari Kabupaten Pati Jawa Tengah. Vidgram yang ditunjukkan unik, menggambarkan bagaimana pendukung 01 dan 02 saling membantu satu sama lain dan tidak terpengaruh situasi politik. Intinya pemilu sudah usai, saatnya kita bersatu," ucap Ganjar.

Pada video yang jadi pemenang, diceritakan ada dua pemuda yang mendukung dua pasangan calon berbeda. Yang di media sosial biasa disebut cebong dan kampret. Pemuda berkaos 01 alias cebong tampak tengah menuntun sepeda motornya karena kehabisan bensin. Lewatlah pemuda dengan kaos 02 alias kampret yang awalnya hanya lewat dengan pandangan biasa saja. Setelah berpikir, pemuda berkaos 02 pun akhirnya balik lagi dan membantu mendorong sepeda motor milik pemuda dengan kaos 01. Kampret pun akhirnya membantu mendorong sepeda motor cebong.

Ganjar menerangkan, lomba Vidgram itu merupakan satu dari sekian banyak cara yang dilakukannya untuk ikut berpartisipasi mewujudkan demokrasi yang baik. Sebelumnya, ia mencopoti Alat Peraga Kampanye (APK) dan menggelar lomba daur ulang APK

"Serta saya bersama para tokoh politik muda nasional, menggelar pertemuan di Bogor. Dalam pertemuan itu, kami bertemu dengan para tokoh yang berbeda-beda, kemudian berfoto bersama dan menunjukkan kedamaian kepada Indonesia," jelasnya.

Media sosial lanjut Ganjar menjadi obyek tepat dilakukan cara-cara mendamaikan situasi. Sebab diakui atau tidak, melalui media sosial itulah banyak isu SARA, berita hoaks, fitnah yang merajalela.

"Saya kemudian berfikir bagaimana caranya ya untuk mendinginkan situasi politik di medsos ini, kemudian muncul ide menggelar lomba itu. Ayo bikin lomba vlog saja, kita gerakan warga medsos untuk menggelorakan perdamaian dan persatuan," paparnya.

Melalui lomba itu lanjut dia, netijen didorong untuk ikut terlibat dalam mewujudkan demokrasi yang baik. Apa yang ada di pikiran mereka untuk merespon situasi politik nasional.

"Dan ternyata antusiasmenya tinggi, tidak hanya dari Indonesia, bahkan ada dari Hongkong, Malaysia dan lainnya," paparnya.

Selain akun @anaslesmono, panitia lanjut Ganjar sudah memilih beberapa pemenangnya. Untuk juara kedua diraih oleh @imamyoi dari Kota Semarang dan juara ketiga diraih oleh @edhodharta dari Kota Semarang.

Sementara yang masuk 7 besar adalah @oojuna dari Pangkalan Bun @osissmanjong91 dari Kabupaten Pekalongan, @riocandrah dari Kota Solo, @songkhikpictures dari Kota Semarang, @zidny.official dari Kota Pekalongan, @domystupa dari Jakarta dan terakhir akun @nrgstudio.

Uuntuk peserta dari luar negeri, pemenangnya adalah @nurul_masruro dari Malaysia dan @septi_syahrini dari Hongkong

"Para pemenang saya beri uang tunai total Rp10 juta. Awalnya mau saya kasih kaos apa buku, tapi mereka protes karena mau lebaran minta THR," ujar Ganjar.

Apa yang dilakukan Ganjar mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh yang hadir. Tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab mengatakan jika cara Ganjar tersebut unik, menarik dan kreatif. "Disaat kondisi seperti ini, memang dibutuhkan inisiatif dari elit politik tanah air. Dan cara yang dilakukan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ini memang keren," ucapnya.

Hal senada disampaikan peneliti senior LIPI, Prof Hermawan Sulistyo. Hermawan mengatakan, apa yang dilakukan Ganjar sangat keren dan memang dibutuhkan dalam kondisi saat ini.

"Apalagi cara yang dipakai adalah dengan menggandeng generasi millenial melalui media sosial. Kita tahu, bahwa media sosial saat ini penuh dengan ujaran kebencian, SARA, berita bohong dan sebagainya. Cara-cara seperti inilah yang harus terus dilakukan untuk menjaga generasi kita tetap bersatu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum YLBHI Asfinawati menyampaikan panasnya suhu politik ini sudah lama sekali, perang medsos masih terjadi. Elit menurutnya memang harus berinisiatif, salah satunya inisiatif untuk mengademkan. "Ada jalur komando keduanya, mereka punya pengikut, mereka perlu memberikan seruan untuk tidak meneruskan panasnya ini," tuturnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pihaknya ingin segera mendorong agar pertemuan Prabowo dan Jokowi terwujud. "Kalau itu terjadi, maka apa yang sekarang dirasakan masyarakat Indonesia bahwa terjadi pertentangan, friksi yang akhirnya mengurangi kohesivitas bangsa ini, dengan pertemuan itu maka dapat selesai," ungkapnya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia