Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Jalur Tol Mulai Padat, Sabtu-Minggu Puncak Arus Mudik

31 Mei 2019, 08: 25: 59 WIB | editor : Perdana

MELUBER: Pemudik istirahat di rest area wilayah Masaran, Sragen, setelah menempuh perjalanan jauh dari luar kota kemarin (30/5).

MELUBER: Pemudik istirahat di rest area wilayah Masaran, Sragen, setelah menempuh perjalanan jauh dari luar kota kemarin (30/5). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Intensitas kendaraan lewat jalan regular maupun Tol Solo-Ngawi mulai meningkat kemarin (30/5). Kendaraan didominasi plat luar kota. Puncak arus mudik diprediksi terjadi Sabtu dan Minggu (1-2/6). 

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pemudik terpantau mulai memadati rest area di KM 487 di Boyolali untuk beristirahat dan mengisi bahan bakar. Kendaraan dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat mulai masuk ruas tol wilayah Boyolali. Setiap menit terpantau 100 kendaraan melintas.

Pantauan di rest area hari kemarin, kendaraan terpantau cukup padat. Pemudik istirahat, di rest area sambil mengisi bahan bakar. “Saya dari Jakarta. Tidak macet, hari ini (kemarin) masih ramai lancar,” ujar Mamarudin, pemudik tujuan Jawa Timur ini.

Ketua Satgas Pelayanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran 2019 PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ribut Hermawan mengatakan, sejak Rabu (29/5) malam hingga kemarin sore, mobil pribadi dengan plat luar kota sudah mulai masuk ke jalur tol. 

“Di gerbang tol Ngemplak mulai ramai. Termasuk rest area KM 519A banyak disinggahi pemudik. Mayoritas kendaraan memang masih didominasi dari arah barat (Jakarta) ke timur (Jatim),” ujarnya.

Manager Area PT JSN Sih Wiyono memprediksi puncak mudik diperkirakan pada Sabtu – Minggu (1-2/6) ini. Hingga Rabu (29/5) total ada 28.600 kendaraan keluar dan 22.276 kendaraan masuk tol. Total kendaraan ada 50.880.  Pada puncak arus mudik diprediksi ada 70 ribu kendaraan per hari melintas. ”Di Solo-Ngawi tidak ada rencana diberlakukan jalan satu arah,” jelas Sih Wiyono.

Sih mengatakan, fasilitas pemudik yang melintas di jalan tol sudah siap. Area parkir di rest area mampu menampung 230 kendaraan pribadi dan 50 kendaraan besar. Untuk toilet juga sudah ditambah toilet portable di rest area Masaran.

Selain itu JSN sudah menyiapkan delapan kendaraan derek dan ambulans. Kendaraan diploting di berbagai lokasi seperti di Gerbang Colomadu, Karanganyar, rest area. ”Kami bersyukur hingga kini tidak ada kecelakaan arus mudik ini,” terangnya.

Sementara di jalur reguler Sragen kemarin terjadi kecelakaan yang menewaskan pengendara motor. Bus Sugeng Rahayu W 7065 UZ terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di jalan raya Ngawi-Sragen, tepatnya di depan minimarket Pilangsari, Kecamatan Ngrampal Kamis dini hari (30/5)  pukul 01.15.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, peristiwa nahas itu bermula saat bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan Yuslix Efendi, 34, warga Pungging, Mojokerto, Jatim melaju di belakang motor Honda Scoopy nopol W 6389 NG dari arah timur ke barat. 

Motor Honda Scoopy tersebut dikendarai Purwanto, 37, warga Tegalsari, Kulonprogo, DIJ yang berboncengan dengan istrinya Wulandari, 29.

”Setelah mendekati lokasi kejadian, Honda Scoopy itu bermaksud belok ke kanan, namun terjatuh. Pembonceng juga terjatuh dan akhirnya terlindas ban bus sebelah kiri depan. Akhirnya, pembonceng itu meninggal dunia,” jelasnya.

Kondisi Purwanto mengalami luka pada dahi, jari dan tangan kanan lecet. Sedangkan Jenazah Wulandari langsung dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Di bagian lain, kesiapan mengantisipasi kemacetan juga dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo. Beberapa wilayah menjadi titik lalu lintas mendapat perhatian khusus.

Kepala Dishub Sukoharjo Djoko Indriyanto mengatakan, salah satu fokus perhatian adalah simpang tiga Kartasura. Lokasi ini rawan macet karena menjadi titik pertemuan dari berbagai jalur, seperti Jogja, Semarang dan Solo. 

“Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya lokasi tersebut memiliki tingkat kepadatan lalu lintas paling tinggi. Hal itu belum lagi ditambah potensi kemacetan saat kendaraan keluar dari pintu tol Ngasem,” ujar Djoko.

Titik lain yang juga rawan kemacetan berada di simpang tiga Kadilangu. Jalur ini termasuk jalur padat lantaran menerima kendaraan dari arah Grogol ke Kartasura, Baki, Klaten. Meski hanya jalur alternatif, namun titik ini sering padat kendaraan. 

Mengantisipasi hal itu, dishub sudah siapkan manajemen rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan pengalihan arus lalu lintas. ”Pengalihan arus nanti kita lihat bagaimana kondisi di lapangan, terutama di titik yang kami anggap rawan,” papar dia.

Dishub juga sudah memasang rambu-rambu lalu lintas seperti petunjuk jalur alternatif. Pemasangan rambu tersebut diharapkan membantu para pemudik saat melintas di Kabupaten Sukoharjo.  

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi memetakan empat lokasi rawan macet di Sukoharjo. Yakni, simpang lima Sukoharjo, Solo Baru, simpang tiga Kartasura dan Penggung. (wid/gis/din/yan/bun)

(rs/wid/gis/din/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia