Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kontroversi Upacara HUT Boyolali saat Lebaran, Pemkab: ASN Boleh Izin

31 Mei 2019, 21: 37: 36 WIB | editor : Perdana

Perwakilan FUIB saat beraudensi dengan pemkab terkait pelaksanaan upacara HUT ke-172 Boyolali

Perwakilan FUIB saat beraudensi dengan pemkab terkait pelaksanaan upacara HUT ke-172 Boyolali

Share this      

BOYOLALI - Kendati menuai kecaman dari sejumlah elemen masyarakat, pemkab masih pada keputusan untuk menggelar upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-172 Boyolali bertepatan dengan hari H Idul Fitri. 

Sekda Boyolali, Masruri menjelaskan, sesuai rencana, upacara tetap akan digelar pada Rabu (5/6) pagi. Atau usai pelaksanaan salat Ied.

”Rencananya upacara dilaksanakan di halaman rumah dinas bupati. Peserta menggunakan pakaian kejawen,” ujar Masruri Jumat (31/5).

Namun, kata dia, tak semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Boyolali diwajibkan mengikuti upacara tersebut. Peserta upacara hanya pejabat eselon II, III, dan IV, serta beberapa guru.

Bahkan, tak ada keharusan bagi pejabat untuk mengikuti upacara itu. ”Teman-teman (pejabat) yang ada kesulitan kaitannya dengan jarak dan sebagainya, diberi kebebasan untuk tidak ikut (upacara). Tidak masalah, izin saja. Izin sekarang kan gampang, telepon kepada panitia boleh, tertulis boleh,” papar Masruri.

Diberitakan sebelumnya, keputusan pemkab yang akan menggelar upacara peringatan HUT ke-172 Boyolali bertepatan dengan hari H Lebaran menuai kontroversi. Forum Umat Islam Boyolali (FUIB) menyampaikan protes ke pemkab. Mereka mengusulkan untuk mengganti jadwal pelaksanaan upacar di hari lain. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia