Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kendaraan di Pintu Keluar Tol Mengular

01 Juni 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KREATIF: Petugas kepolisian mengenakan pakaian ala badut sambil mengatur lalu lintas di pintu tol Ngasem, Colomadu, Karanganyar, agar lebih rileks.

KREATIF: Petugas kepolisian mengenakan pakaian ala badut sambil mengatur lalu lintas di pintu tol Ngasem, Colomadu, Karanganyar, agar lebih rileks. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Prediksi kepadatan arus kendaraan di pintu keluar tol Ngasem, Colomadu, Karanganyar terbukti. Pada H-5 Lebaran kemarin, kendaraan tampak mengular di sekitar pintu keluar tol. Sejumlah petugas kepolisian dan dinas perhubungan pun berjibaku membuka tutup akses untuk mengurai kepadatan tersebut. 

“Memang ada kenaikan volume kendaraan yang melintas. Tapi masih masuk kategori normal,” ujar Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi yang memantau langsung kondisi lalu lintas di depan Gerbang Tol Ngasem, Karanganyar,  Jumat (31/5).

Pengaturan lalu lintas juga dilakukan secara situasional dengan menimbang kepadatan lalu lintas di titik tersebut. Hal ini terlihat dari upaya buka tutup jalur yang dilakukan petugas. Teknis seperti ini dilakukan di sejumlah titik lain hingga perbatasan wilayah Sukoharjo dan Boyolali. 

“Kami maksimalkan dengan menerjunkan personel dan memaksimalkan rambu lalu lintas. Kemungkinan puncak arus mudik jatuh pada akhir pekan ini (Sabtu-Minggu),” papar kapolres. 

Untuk mengurai antrean panjang di sejumlah simpang jalan, kapolres mengatakan akan dilakukan intervensi APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas). Selain itu, juga disiagakan tujuh pos keamanan, dua pos pelayanan, dan satu pos terpadu di dekat pintu keluar Tol Ngasem, Karanganyar.

“Sejauh ini peningkatan paling banyak adalah kendaraan roda empat. Persiapan ke depan, jalur-jalur padat juga akan diawasi seperti jalur wisata ke Tawangmangu,” kata kapolres. 

Selain di wilayah pintu tol Ngasem, kepadatan lau lintas juga terlihat di simpang tiga Kartasura, Sukoharjo. Di sana, petugas sampai harus turun ke jalan untuk membantu memecah penumpukan kendaraan di titik tersebut. Kepadatan tersebut tak hanya berpusat di bundaran tiga simpang itu, tapi juga terlihat di sejumlah ruas jalan di wilayah Kartasura yang berbatasan langsung dengan wilayah Surakarta.

“Jumlah kendaraan yang masuk di kota Bengawan pada H-5 Lebaran mencapai 194.819 unit kendaraan. Sementara jumlah kendaraan ke luar Solo 187.975 unit kendaraan,” ujar ujar Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Ari Wibowo. 

Berdasarkan hasil traffic count, total kendaraan keluar dan masuk di Kota Solo pada H-5 Lebaran 382.794 unit. Jumlah ini turun 21 persen jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Kendaraan masuk dan keluar terpantau di perbatasan Sukoharjo-Solo seperti di kawasan Kleco sampai Tugu Purwosari. Pemandangan serupa juga terlihat di kawasan Jalan Adi Sucipto hingga Jalan Dr Moewardi di Overpass Manahan Solo yang penuhi kendaraan pemudik dari arah barat. 

“Kendaraan luar kota berpelat B, H, L, dan AB banyak terpantau melintas di jalanan kota pada H-5 ini. Sabtu dan Minggu diprediksi lebih padat karena puncak mudik,” tutur Ari Wibowo.

Dishub juga melarang semua jenis kendaraan parkir di sisi timur Jalan Dr Moewardi (Kota Barat), mengingat titik tersebut merupakan salah satu lokasi rawan macet di Kota Bengawan. 

Kasi Parkir Khusus dan Umum, Bidang Perparkiran Dishub Surakarta Henry Satya mengeluarkan, larangan tersebut mengingat selama ini lokasi tersebut masih kerap dipakai untuk parkir. 

“Kawasan Kota Barat merupakan kawasan bottleneck (penyempitan jalan, Red). Makanya parkir di sebelah timur Jalan Dr Moewardi merupakan hal yang dilarang untuk mengantisipasi kemacetan,” jelas dia.

Seluruh parkir akan dipusatkan di sebelah selatan Lapangan Kota Barat. Pada siang hari dapat digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan bermotor, sementara pada malam hari, pengunjung wisata kuliner juga dapat memarkirkan kendarannya di lokasi yang sama. 

“Parkir di sebelah barat Jalan Dr Moewardi diperbolehkan dengan cara pararel. Di sisi timurnya, kami telah memasang markah zig-zag sebagai tanda larangan parkir. Untuk penertiban lanjutan, kami akan menggelar patroli gabungan rutin selama H-7 dan H+7 untuk mengantisipasi kendaraan parkir di lokasi yang tidak sesuai,” jelas dia. 

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Busroni, menambahkan, Kawasan Kota Barat atau Jalan Dr Moewardi merupakan kawasan yang sering terjadi kepadatan pada waktu-waktu tertentu. Hal itu disebabkan karena terjadi penyempitan jalan atau bottleneck pada kawasan Overpass Manahan. Hal ini diperparah dengan banyaknya parkir roda empat berada di bahu jalan namun tidak sesuai ketentuan yang seharusnya di sebelah barat jalan. 

“Kawasan Kota Barat juga merupakan kawasan tujuan wisata pemudik karena merupakan pusat kuliner. Perilaku warga yang parkir sembarangan dan nekat putar balik di kawasan itu juga memperparah keadaan,” tutur dia. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia