Kamis, 22 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Parkir Jangan Bikin Sempit Jalan

01 Juni 2019, 09: 27: 30 WIB | editor : Perdana

MEMBELUDAK: kondisi lahan parkir di depan Pasar Gabugan yang memakan badan jalan.

MEMBELUDAK: kondisi lahan parkir di depan Pasar Gabugan yang memakan badan jalan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Penataan parkir di Sragen pada momentum jelang Lebaran mulai disorot.

Di beberapa pusat perbelanjaan, banyak dijejali calon pembeli yang ingin membeli barang-barang untuk momen Lebaran. Situasi ini ternyata membuat di titik parkir membeludak. Tak atal median jalan akhirnya digunakan karena overloadnya area parkir di titik perbelanjaan tersebut.

Kasi Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Suparno menyampaikan pada momentum mendekati Lebaran penataan parkir menjadi ujung tombak kelancaran arus lalu lintas. Dia menyampaikan petugas parkir tepi jalan menjadi orang pertama yang bertugas melancarkan arus lalu lintas.

Suparno menyampaikan penataan parkir di Sragen yang paling ruwet ada 5 titik. Diantaranya di Pasar Bunder, Pasar Kota, Pasar Gemolong, Pasar Gabugan dan Pasar Sumberlawang. ”Kita minta pada koordinator parkir agar tidak sampai terjadi penyempitan di badan jalan. Contoh di Pasar Gabugan seperti saat ini penjual tumpah di pinggir jalan. Lha kalau penjual tumpah ke jalan, calon pembeli parkirnya dimana? Ini yang menyebabkan penyempitan jalan,” terangnya kepad Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dia menjelaskan pasar tumpah di lokasi tersebut membuat petugas parkir harus punya inisiatif. Pihaknya menekankan agar petugas tetap mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas. Ketika terjadi peningkatan volume orang di pasar, harus siap ada kantong parkir alternatif. ”Seperti Pasar Gemolong, masyarakat yang pakai mobil ke pasar dimasukkan ke terminal angkutan yang dijadikan kantong parkir,” ujarnya.

Pihak Dishub sudah melakukan patroli parkir untuk mengawasi petugas parkir di lapangan. Ini agar petugas tidak sesuka hatinya. Selain itu juga untuk memberikan pelayanan yangbaik kepada masyarakat. ”Parkir di jalan umum itu berbeda di parkir khusus di gedung-gedung. Biasanya on street itu ada pelanggaran parkir liar dan melebihi tarif. Silahkan lapor kami, jika ada kejadian seperti itu. Kami sudah sediakan nomor aduan,” kata Suparno.

 Pihaknya menjelaskan juru parkir juga harus ramah. Jika ramah bukan tidak mungkin masyarakat rela memberi uang lebih dengan ikhlas ke padanya.

Sementara itu Kabid Angkutan Umum Dishub Sragen Bintoro Setyadi menyampaikan pihaknya memaksimalkan lahan untuk parkir. Seperti di Gemolong sudah disiapkan agar parkir tidak sampai meluber ke jalan. ”Soal parkir liar, kami koordinasi dengan paguyuban di sana untuk ikut mengawasi,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Untung Sugihartono menyampaikan untuk parkir dalam pasar tidak akan ada kenaikan tarif. Dia menjelaskan untuk yang di pasar sudah sesuai aturan perda. ”Tidak ada yang naik untuk tarif parkir, kalau minta lebih ya tidak sesuai denga ketentuan,” bebernya. (din/nik) 

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia