Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Waspadai Sampah Menggunung selama Lebaran

01 Juni 2019, 10: 05: 29 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Alat berat mengeruk sampah di antara para pemulung dalam pemrosesan sanitary landfill di TPAS Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, kemarin (31/5).

ANTISIPASI: Alat berat mengeruk sampah di antara para pemulung dalam pemrosesan sanitary landfill di TPAS Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, kemarin (31/5). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Troketon, Pedan, kemarin (31/5). Mengecek kesiapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten dalam mengelola sampah selama Lebaran nanti. Sebab diprediksi volume sampah bakal meningkat hingga 20 persen.

Mengantisipasi sampah menggunung di TPAS, petugas di sana tidak diberi cuti panjang. ”Volume sampah pastinya akan lebih banyak. Maka itu dalam sidak tadi (kemarin) saya tanyakan kesiapan DPU PR, bagaimana siasatnya dalam pengelolaan sampah saat Lebaran,” kata Sri Mulyani kepada Jawa Pos Radar Solo.

Hasil sidak, DPU PR sudah merancang jadwal pengangkutan sampah di setiap tempat pembuangan sampah (TPS) hingga ke TPAS Troketon. Terutama untuk pengangkutan sampah di TPS sejumlah pasar.

”Baik TPS yang ada di pasar tradisional maupun di sejumlah titik, ternyata sudah dijadwalkan. Jadi operasional pengangkutan sampah tetap dilakukan. Harapannya nanti tidak ada sampah yang menggunung,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan DPU PR Klaten Mudzakir menjelaskan, usai Lebaran akan ada peningkatan volume sampah hingga 20 persen. Pada hari biasa, pihaknya hanya mengelola sekitar 60 ton sampah per hari.

”Jadi setelah Lebaran kami prediksi sampah yang dikelola TPAS Troketon sekitar 70 ton per hari. Kami tetap beroperasi untuk pengelolaan sampah. Melibatkan seluruh pegawai dan tenaga harian lepas (THL),” jelas Mudzakir.

Mengatasi bertambahnya volume sampah selama Lebaran, bakal dikerahkan 70 pegawai serta 188 THL. Termasuk menyiapkan armada pengangkut sampah. ”Kami punya 20 truk pengangkut sampah, armada roda tiga 11 unit, serta 11 unit mobil pikap,” bebernya.

Sampah yang dikelola di TPAS Troketon belum mencakup seluruh produksi sampah warga Kabupaten Klaten. Berdasarkan penghitungan DPU PR, setiap harinya menghasilkan 180 ton sampah. Nantinya secara bertahap, kapasitas pengelolaan sampah di TPAS Troketon terus ditingkatkan. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia