Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Pemeriksaan Tim Gabungan di Terminal Ir. Soekarno

Hipertensi Dominasi Screening Sopir

03 Juni 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SEHAT: Pengecekan mata sopir di Terminal Ir. Soekarno.

SEHAT: Pengecekan mata sopir di Terminal Ir. Soekarno. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten dan jajatan Satnarkoba Polres Klaten melakukan pemeriksaan kesehatan sopir bus angkutan lebaran, Sabtu (1/6). Menyasar seluruh armada bus yang masuk ke Terminal Ir. Soekarno Klaten. Upaya ini ini dilakukan untuk memastikan sopir dalam keadaan prima saat menjalankan armadanya. Hasilnya, tidak ditemui pelanggaran.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Klaten Sri Sundari Indriastuti menjelaskan, pemeriksaan ini tak hanya untuk keselamatan pemudik. Namun juga sopir dan kru bus lainnya. Pemeriksaan meliputi tensi darah, kesehatan mata, hingga deteksi alkahol.

Sopir yang mengonsumsi alkahol, bakal terdeteksi dengan peralatan yang dimiliki. Dalam kesempatan ini, dinkes merekomendasikan agar sopir bersangkutan dilarang melanjutkan perjalanan.

”Para sopir bus harus mempertanggung jawabkan keselamatan penumpangnya. Maka kami lakukan screening ini. Rata-rata pengendara menderita hipertensi, sehingga kami berikan konseling. Termasuk memberikan obat sesuai keluhannya. Seperti flu dan lainnya selama masih bisa dikendalikan,” jelas Sundari.

Dinkes menerapkan standar tertentu, boleh tidaknya sopir melanjutkan perjalanan. Sopir tidak dilarang mengonsumsi suplemen. Selama suplemen yang diminum berupa vitamin yang diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh.

”Asalkan jangan suplemen hore-hore lho. Tetap bakal terdeteksi dengan peralatan yang kami miliki. Sebelum mengendarai, jangan lupa makan yang bersih dan sehat. Termasuk mengonsumsi buah dan sayur untuk menjaga stamina,” beber Sundari.

Sopir juga diimbau minum air putih yang cukup selama berkendara. Termasuk istirahat yang cukup setelah 4 jam mengemudi, dengan melakukan gerakan peregangan. ”Kami gencar sosialisasikan kepada sopir, sebagai bagian persiapan untuk mengemudikan busnya. Kami sebar brosur dan pemasangan banner untuk membagikan tips-tipsnya. Sehingga menjadi perhatian dan bisa dilakukan para sopir bus saat kelelahan,” ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Munawar menambahkan, pemeriksaan sopir juga menjalani tes urine. ”Apabila ada sopir bus terindikasi menggunakan narkoba, akan kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga merekomendasikan untuk tidak melanjutkan perjalanan,” tegasnya.

Berkaca dari tahun sebelumnya, ada sopir terindikasi memakai narkoba jenis pil. Namun pil itu dari resep dokter dan sudah menjadi ketergantungan sopir bersangkutan. Sehingga tidak dilakukan penindakan. ”Mudah-mudahan tahun ini tidak ada. Kalau ada, akan kami tindak dan selidiki,” ucapnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia