Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pemudik Gratis Irit Biaya Rp 1 Juta

03 Juni 2019, 16: 25: 59 WIB | editor : Perdana

HANGAT: Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa menyambut para pemudik di pendapa kantor bupati Wonogiri, Sabtu malam (1/6)

HANGAT: Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa menyambut para pemudik di pendapa kantor bupati Wonogiri, Sabtu malam (1/6) (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Ribuan peserta mudik gratis 2019 yang difasilitasi pemkab tiba di Wonogiri, Sabtu malam (1/6) dengan selamat. Program tersebut sangat membantu pemudik mengurangi biaya transport ke kampung.

Salah seorang relawan pemberangkatan mudik gratis 2019 Gunawan Inzaghi menjelaskan, sebanyak 2.100 mudik gratis diangkut puluhan bus dan diberangkatkan dari 11 titik.

"Komitmen peserta mudik gratis cukup baik. Ada yang jam 05.00 sudah standby di lokasi pemberangkatan. Ada yang jam 06.00 bus sudah penuh, tinggal menunggu komando pemberangkatan," ungkap dia Minggu dini hari (2/6).

Belasan titik keberangkatan itu yakni, Karawang tiga bus, Cikarang tiga bus, Bekasi enam bus, Bogor empat bus, Jakarta Timur empat bus; Depok dua bus, Tanjung Duren dua bus, Jakarta Barat tujuh  bus, TMII dua bus, Tangerang Raya enam bus. Paling banyak adalah Tangerang Selatan 11 bus. 

"Sebagian besar pemudik golongan ekonomi menengah ke bawah. Seperti kuli bangunan, pedagang keliling, buruh cuci dan lainnya," terang dia. 

Ditambahkan Gunawan, peserta mudik gratis diseleksi cukup ketat guna memastikan tepat sasaran. "Rombongan mulai tiba di Wonogiri sejak pukul 19.30 secara bergelombang hingga pukul 23.00. Rombongan transit dulu di kantor dinas perhubungan untuk dipilah lagi sesuai tujuan akhir, yakni Baturetno, Pracimantoro dan Purwantoro. Baru kemudian menuju pendapa kantor Bupati Wonogiri untuk beramah tanah dengan jajaran Forkompimda serta jamuan makan malam," urai dia.

Sementara  itu, pasangan suami istri peserta mudik gratis Atik Handayani, 31, warga Tirtomoyo dan M. Muhajirin, 36 warga Jatisrono mengaku sudah sepuluh tahun hidup merantau di Tegal Gede, Cikarang Selatan. "Saya anak satu. Ibu rumah tangga biasa. Suami jualan cilok keliling," jelasnya. 

Tahun-tahun sebelumnya Atik mudik menggunakan bus dengan biaya mandiri. Biasanya, dia menghabiskan uang Rp 1 juta untuk transportasi dan makan selama perjalanan. 

“Kami berterima kasih sekali kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk mudik gratis ini. Saya sudah ikut dua kali. Tahun kemarin juga ikut,” terang dia.

Atik berharap, tahun mendatang masih ada program serupa. Bukan hanya saat mudik, tapi balik ke ibu kota juga gratis. "Ya harapannya bisa PP gratis. Program ini sangat membantu masyarakat seperti kami," ucapnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Wonogiri Ismiyanto mengatakan, mudik gratis 2019 sukses digelar. Meskipun, saat lelang pengadaan transportasinya sedikit mengalami kendala. "Lelang dua kali tidak ada pemenangnya. Akhirnya dilakukan penunjukan langsung," katanya. 

Ismiyanto mengisyaratkan tahun depan tetap ada program mudik gratis. Jumlah armada bakal ditambah. "Ya mungkin ada peningkatan anggaran dan jumlah armada. Untuk mudik gratis pulang pergi, nanti menunggu kebijakan bapak bupati. Tinggal targetnya penerima manfaat atau target pelayanan. Sama-sama anggaran Rp 1,5 miliar, kalau mudik saja kan bisa (angkut, Red) 1.500 orang misalnya. Tapi kalau pelayanan pulang pergi hanya 750 orang," urai dia. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia