Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Aktivitas Komunitas Anak Muda Peduli Terhadap Sesama 

07 Juni 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Aktivitas Komunitas Anak Muda Peduli Terhadap Sesama 

Usia muda bukan berarti harus hidup foya-foya. Lebih baik bisa bermanfaat bagi sesama. Anak-anak muda di Sukoharjo ini membuktikan itu. Hobi tongkrongan tiap malam akhirnya membawa mereka mulai bergerak untuk membantu kepada orang-orang duafa. Seperti apa kisahnya?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo

SUDAH 3 tahun ini sekumpulan anak muda tergabung dalam Charity Group Sukoharjo (CGS) dan sekitarnya rutin menggalang dana untuk disalurkan ke orang-orang membutuhkan. Targetnya adalah para janda kurang mampu dan anak yatim piatu yang cenderung butuh pertolongan. 

“Sebenarnya komunitas ini terbentuk tidak sengaja. Tapi karena makin rutin dilakukan akhirnya arahnya makin jelas. Yang kami sasar untuk pemberian santunan adalah janda kurang mampu dan anak yatim atau terlantar,” kata Ketua CGS Hendra Wahyu Pratama, kemarin. 

Terbentuknya komunitas yang tidak sengaja akhirnya membawa cerita unik dari berdirinya komunitas yang satu ini. “Sebenarnya kami ini cuma teman nongkrong yang iseng dan mulai bosan dengan aktivitas itu. Kebetulan juga waktu itu juga lagi puasa terus ada ide buat main ke panti asuhan,” beber Hendra. 

Setelah waktu ditentukan, akhirnya dia dan sembilan kawannya sepakat untuk iuran semampunya sebelum akhirnya mengunjungi salah satu panti asuhan. Pengalaman pertama itu akhirnya membuat hati seluruh anggota komunitas tergerak untuk makin rutin mengagendakan kegiatan serupa. “Ternyata setelah berkunjung ke panti asuhan ada rasa bahagia yang kami rasakan. Dan sepertinya kami belum pernah sebahagia ini,” kata dia. 

Setelah itu, tiap tiga bulan sekali, dia dan kawan-kawan rutin berkunjung ke sejumlah tempat untuk berbagi. Tiap Ramadan, mereka justru makin rutin berbagi pada sesama. “Khusus Ramadan bisa dua sampai tiga kali kegiatan. Ini rutin kami lakukan selama 3 tahun ini,” jelas Hendra.

Di pekan awal Ramadan kemarin, Hendra dan kawan-kawannya sengaja berkunjung ke Gayam, Sukoharjo. Di sana mereka sengaja bertemu langsung dengan para janda di lingkungan setempat yang layak untuk mendapat bantuan. “Info awal dari lurah setempat. Katanya di sana banyak janda tua yang hidupnya cukup memprihatinkan,” ujar dia

Info awal tersebut akhirnya ditindaklanjuti dengan meninjau langsung sejumlah nama yang disarankan oleh lurah. Setelah menengok langsung kediaman si calon penerima bantuan dan berbincang sejenak, akhirnya baru diputuskan apakah daftar itu layak atau tidak. 

“Bukannya pilih-pilih tapi coba lebih selektif agar bantuan ini diterima dulu oleh orang yang paling membutuhkan,” kata Hendra.

Anggitha Sulistyaningrum, 26, anggota komunitas CGS berharap agar dia dan kawan-kawannya bisa selalu konsisten menyisihkan rezeki untuk dibagikan pada orang yang kurang beruntung. Harapan ini agaknya bisa dibilamg cukup lancar karena sampai hari ini jumlah anggota di CGS makin bertambah. “Awalnya hanya 10 orang, kalau sekarang sudah sampai 30 orang. Bahkan lebih,” sambung perempuan yang juga merangkap sebagai sekretaris komunitas. (*/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia