Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Radar Solo Events

Liga 3 Siap Digulirkan Juli,Naik Kasta Perlu Perjuangan Ekstra

08 Juni 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Perdana

PEMANASAN: Pertandingan uji coba antara Persiku Kudus (jersey biru) melawan Persebi Boyolali di Stadion Wergu Wetan, April lalu.

PEMANASAN: Pertandingan uji coba antara Persiku Kudus (jersey biru) melawan Persebi Boyolali di Stadion Wergu Wetan, April lalu. (PERSIKU KUDUS OFFICIAL)

Share this      

SEMARANG – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah (Jateng) siap menggulirkan kompetisi Liga 3 2019 tingkat provinsi. Kompetisi kasta ketiga tingkat provinsi di Liga Indonesia ini akan menjalani kick off mulai 14 Juli mendatang. 

Karesidenan Surakarta hanya memiliki dua wakil, yakni Persebi Boyolali dan PSISra Sragen. Sementara itu Persika Karanganyar, Persiharjo Sukoharjo, Persiwi Wonogiri dan PSIK Klaten memutuskan absen dengan  berbagai macam problem. Salah satunya adalah pendanaan.

”Untuk bisa promosi, tentu perjuangannya begitu berat. Terlebih kita menjalaninya dari kasta terbawah, yakni provinsi. Tapi kita akan berjuang semaksimal mungkin di lapangan agar bisa memberikan yang terbaik,” terang Manajer Persebi Boyolali, Kukuh Hadiatmo.

Sebanyak 20 klub akan beradu performa untuk merebut tiket ke babak regional, nasional, hingga akhirnya bisa promosi ke Liga 2 musim depan. Jumlah Liga 3 Jateng musim  ini lebih banyak ketimbang musim lalu, yang 2018 hanya diikuti 18 peserta.

PSISra Sragen dan Persak Kebumen yang sempat vakum musim lalu, akhirnya musim ini kembali ikut serta. Sayangnya tetap saja banyak klub Jateng yang memutuskan untuk tetap vakum. Alasannya beragam. Sebagian besar karena masalah klasik, yakni pendanaan.

Nantinya, 20 peserta akan dibagi menjadi lima grup masing-masing dihuni empat tim. Lalu dua posisi teratas akan masuk ke babak delapan besar yang kembali dibagi menjadi dua grup. Juara dan runner-up grup berhak mendapatkan tiket ke semifinal. Pemenang di fase empat besar akan lolos ke final yang rencananya berlangsung 13 Oktober.

Mulai babak penyisihan hingga semifinal digelar dengan sistem kandang-kandang. Hanya final saja yang menggunakan single match. Belum diketahui slot wakil Jateng di babak nasional ada berapa. Musim lalu ada kuota lima klub.

Di lain sisi ada 16 klub yang tak perlu memulai langkah dari tahapan terbawah, yakni tingkat provinsi. Babak ini disebut pra nasional, yang mana ke-16 peserta adalah alumnus Liga 2 2018 yang terdegradasi ke Liga 3, dan peserta Liga 3 2018 yang hampir saja promosi musim lalu.

Ada tiga klub Jateng yang memulai langkah dari babak ini. Mereka adalah Persijap Jepara, Persik Kendal dan PSIR Rembang. Dua nama terakhir ini adalah alumnus Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3 musim ini. mereka akan bersaing dengan klub-klub besar macam Persiba Bantul, Persika Karawang, Persegres Gresik, Persiwa Wamena dan beberapa klub lainnya.

Sesuai surat edaran pada kontestan Liga 3 dibuat PSSI melalui surat bernomor 1157/AGB/552/IV-2019 tertanggal 1 April 2019. Surat ini ditandatangani Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Edaran ini merupakan hasil dari keputusan komite eksekutif PSSI nomor K-E03/PSSI/03/2019.

Format Liga 3 terbagi atas putaran provinsi, putaran regional dan putaran nasional 32 besar. Format putaran 32 besar terdiri dari 26 klub hasil kompetisi putaran provinsi dan putaran regional, serta enam klub hasil kompetisi pra putaran nasional.

Pra putaran nasional diisi 16 klub, yang terdiri dari enam klub degradasi Liga 2 2018 dan sepuluh klub Liga 3 putaran nasional 2018. Kompetisi kasta ketiga akan dihelat mulai bulan Juli hingga Desember 2019. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia