Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten
Mengintip Persiapan Proyek Tol Solo-Jogja

Spekulan Incar Lahan, tapi Masih Wait and See 

09 Juni 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

calon lahan tol

calon lahan tol

Share this      

Rencana proyek strategis nasional jalan tol Solo-Jogja diprediksi bakal memicu naiknya harga tanah. Terutama di beberapa kecamatan di Klaten yang akan dilintasi jalan bebas hambatan sepanjang 28,90 kilometer ini. Seperti apa perkembangannya?

SAMPAI saat ini kepastian mengenai titik lokasi yang akan dilintasi proyek tol Solo-Jogja memang belum terlalu gamblang dibeberkan pemerintah pusat kepada daerah-daerah yang akan dilalui proyek tersebut. Namun spekulan sudah mulai gerilya untuk mengincar lahan-lahan terdampak proyek nasional ini, meski mereka sifatnya baru cari informasi. 

“Kalau sudah dibeberkan lokasinya tentu akan memicu kenaikan harga tanah. Tapi sampai saat ini informasi masih belum jelas. Apakah benar melewati Kecamatan Prambanan atau lebih ke utara lagi,” jelas Kasubid Penagihan dan Pemungutan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Klaten Harjanto Hery Wibowo, 

Hery mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya belum ada transaksi penjualan harga tanah bagian dari dampak rencana jalan tol tersebut. Dia menduga karena belum ada kepastian lokasi yang akan dilintasi proyek strategis nasional tersebut. Maka itu saat ini masyarakat masih wait and see untuk menjual tanahnya.

“Karena informasi jalur yang akan dilintasi belum fix sehingga takut untuk membeli. Dikhawatirkan mereka membeli tanah dengan melebihi harga yang seharusnya. Padahal tidak jadi dilintasi tol,” jelas Harjanto.

Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Solo menanyakan harga tanah di Kecamatan Prambanan yang disebut-sebut akan dilintasi jalan itu, Harjanto mengungkapkan masih terbilang standar. Untuk lahan tanah pertanian dengan luas sekitar 2.000 meter persegi (1 patok) dengan harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Sedangkan ada pula yang menjual setiap meter persegi pada harga Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu.

Harjanto mengungkapkan, tanah di Kecamatan Prambanan pada setiap lokasinya memiliki harga yang beragam. Hal itu disesuaikan dengan letak serta kondisi lingkungan sekitarnya sebagai bahan pertimbangan sebelum membelinya. Seperti harga tanah kavling di pinggir jalan di Kecamatan Prambanan  sekitar Rp 500 ribu sampai Rp1 juta per meter persegi pun ada.

“Jadi kenaikan harga tanah di Kecamatan Prambanan sendiri bisa terjadi ketika jalan tol benar-benar terealisasi melintasi di sana. Kami prediksi ketika tanahnya dibeli dan uangnya itu akan dibelikan tanah lagi bisa memicu harga tanah juga,” jelasnya.

Di sisi lain, Harjanto mengungkapkan, jika kenaikan harga tanah di Kecamatan Prambanan juga dipicu oleh harga di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Dirinya menyebutkan untuk harga tanah kapling di Kabupaten Sleman mencapai Rp 2 juta per meter persegi. Hal ini yang membuat warga Jogja lebih memilih membeli tanah maupun rumah di daerah Prambanan, Klaten sehingga ketersediaan tanah semakin menyempit.

“Kalau sampai saat ini aktivitas jual beli tanah dari pantauannya masih terbilang wajar belum ada pembelian secara masif. Sekalipun ada kita mengindikasikan yang bersangkutan ada seorang spekulan yang mencoba peruntungan,” ujarnya

Sementara itu, daerah lain yang disebut-sebut sebagai salah satu exit tol Jalan Tol Solo-Jogja berada di Desa Tempursari. Kepala Desa Tempursari Budi Diyatmiko mengungkapkan untuk harga tanah di Desa Tempursari sendiri kisaran Rp 1 juta- Rp 1,5 juta per meter persegi. 

“Ini mengalami kenaikan jika dibandingkan pada 2013 lalu sekitar Rp 750 ribu per meter. Kenaikan harga tanah di desa kami lebih dipicu  karena adanya pembangunan perumahan dan perkembangan di Tempursari yang semakin pesat,” jelasnya.

Budi mengungkapkan, jika desanya memang pernah dilakukan survei terkait jalan tol Jogja-Solo itu pada akhir 2017 lalu. Dia berharap jika benar akan dibangun exit tol di wilayahnya setidaknya bisa mengakomodasi berbagai produk dari desanya. Harapannya proyek strategis nasional ini bisa meningkatkan perekonomian warga Tempursari sendiri. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia