Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten
Mengintip Persiapan Proyek Tol Solo-Jogja

Pengadaan Tanah Diserahkan Konsorsium

09 Juni 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

DIINCAR PROYEK TOL: Lahan pertanian di Dusun Grejegan, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan.

DIINCAR PROYEK TOL: Lahan pertanian di Dusun Grejegan, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan.

Share this      

RENCANA pembangunan jalan tol Solo-Jogja yang diprediksi melintasi tujuh kecamatan di Kabupaten Klaten belum memperlihatkan perkembangan yang berarti. Terakhir kali terkait pencermatan lokasi yang nantinya akan dilintasi proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Meski begitu terkait pengadaan tanah pemkab telah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat maupun konsorsium yang akan mengerjakan nanti. 

“Untuk titik lokasi yang akan dilintasi jalan tol masih dalam pembahasan. Saya harap masyarakat agar tidak terburu-buru untuk menyikapia isu itu (titik lokasi) karena prosesnya cukup panjang,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Klaten, Pandu Wirabangsa saat ditemui di ruang kerjanya.

Pandu mengungkapkan, terkait pengadaan tanah bukan pemkab yang bergerak, melainkan pihak konsorsium. Dia menyakini jika konsorsium juga telah memiliki tim pengadaan tanah yang mempuni. Termasuk telah memiliki formulasi tersendiri untuk pengadaan tanah untuk jalan tol tersebut.

“Konsorsium pasti sudah berpengalaman di bidangnya melalui jaringan yang dimilikinya. Saya kira tidak akan menjadi masalah bagi pihak konsorsium terkait pengadaan tanahnya nanti,” jelasnya.

Pandu mengungkapkan, jika tahapan rencana pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo belum ada perkembangan yang berarti. Termasuk untuk pencermatan dilakukan pada tujuh kecamatan yang direncanakan akan dilintasi tol sepanjang 28,90 kilometer. Meliputi Kecamatan Prambanan, Karangnongko, Kebonarum, Ngawen, Karanganom, Polanharjo dan Tulung. 

“Sepertinya konsorsium langsung berhubungan dengan pihak-pihak teknis, seperti dinas pekerjaan umum-penataan ruang (DPU-PR), dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan (DPKPP) dan dinas perhubungan (dishub). Belum ada pembahasan lebih lanjut. Termasuk perkembangan yang ada di Desa Kebondalem Lor juga belum tahu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan belum ada perkembangan yang berarti terkait proyek jalan tol Solo-Jogja tersebut. Pihaknya lebih memilih menunggu perkembangan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaannya. 

“Untuk nanti ganti untung mengenai lahan yang terkena dampak tol ya langsung dari pemerintah pusat. Jadi dari pemerintah langsung ke warga. Kita (pemkab) tidak usah ada yang namanya makelar-makelar, jadi langsung saja,” jelasnya.

Sri Mulyani mengharapkan ganti utung yang diterima warga nantinya benar-benar memberikan keuntungan. Jangan sampai pengadaan tanah yang dilakukan untuk rencana pembangunan jalan tol justru menambah kemiskinan di Klaten. Sebelumnya, dia berharap pengadaan tanah yang dilakukan pemerintah pusat dapat terbeli sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP).

Di sisi lain, Sri Mulyani juga berharap dengan adanya proyek jalan tol tidak memberikan dampak yang signifikan pada bidang pertanian. Mengingat Kabupaten Klaten sendiri selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Harapannya petani juga masih bisa melaksanakan panen raya sehingga jaringan irigasi tetap menjadi perhatian ketika nantinya jalan tol telah terbangun. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia