Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali
Pelaksanaan Pilkades E-Voting Di Boyolali

Butuh Lima Perangkat Elektronik Canggih

09 Juni 2019, 14: 35: 59 WIB | editor : Perdana

CANGGIH: Mesin pemindai e-KTP untuk verifikasi data daftar pemilih tetap (DPT) pilkades di Boyolali.

CANGGIH: Mesin pemindai e-KTP untuk verifikasi data daftar pemilih tetap (DPT) pilkades di Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

PESTA demokrasi pemilu 2019 sudah rampung. Sebentar lagi, masyarakat di Kota Susu –julukan Kabupaten Boyolali– kembali menjalani pesta demokrasi. Yakni pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 29 Juni mendatang.

Ada dua sistem yang dijalani. Yakni pilkades e-voting dan manual. Tidak semua desa melaksanakan pilkades secara e-voting meski dinilai sangat simpel dan efisien. Karena peralatan yang dimiliki  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Boyolali terbatas. Hanya 47 unit saja.

Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa, Dispermasdes Boyolali Candra Irawan mengungkapkan, Ada lima perangkat elektronik dalam melaksanakan pilkades e-voting. Pertama mesin pembaca e-KTP, generator kartu v-token, pembaca kartu pintar, mesin e-voting, dan terakhir printer kertas struk. Kelima unsur tersebut memudahkan pelaksanaan pilkades e-voting.

”Sistem ini telah dikaji dan dipraktikkan. Setelah itu terus dilakukan evaluasi agar pelaksanaan benar-benar sempurna ke depannya,” kata Candra kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pada awal peluncuran pilkades dengan sistem e-voting, 2016 silam, menyasar 32 desa. Terbukti desa yang menerapkan sistem e-voting, hasil penghitungan suara cepat keluar. Tepat saat waktu penutupan tempat pemungutan suara (TPS). Jauh dibandingkan pilkades pada desa yang menggunakan sistem manual.

”Memang alat yang ada sekarang masih terbatas. Tapi pilkades e-voting tetap jalan. Kalau dipaksakan semua desa pakai e-voting, tidak mencukupi. Karena biaya pengadaan alatnya cukup besar,” imbuh Candra.

Pada pilkades serentak, 29 Juni mendatang, hanya 47 desa dari total 229 desa yang menggunakan sistem e-voting. ”Rinciannya, di Kecamatan Mojosongo ada 9 desa yang melaksanakan pilkades. Semuanya pakai e-voting. Kecamatan lainnya masing-masing dibagi rata dua desa,” beber Candra. (wid/fer)

SEJARAH PILKADES E-VOTING

DESEMBER 2016

Desa Tarubatang (Selo), Desa Ngagrong (Ampel), Desa Gubug (Cepogo), Desa Kembang Kuning (Cepogo), Desa Jurug (Mojosongo), Desa Manggis (Mojosongo), Desa Salakan (Teras), Desa Kopen (Teras), Desa Dukuh (Banyudono), Desa Tegalrejo (Sawit), Desa Temon (Simo), Desa Sendang Rejo (Klego), Desa Karanggatak (Klego), Desa Kedung Rejo (Kemusu), Desa Manyaran (Karanggede)

JULI 2017

Desa Jeruk (Selo), Desa Jenengan (Sawit), Desa Giriroto (Ngemplak), Desa Ketaon (Banyudono), Desa Pinggir (Karanggede)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia