Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Penumpang Melonjak, Angka Laka Menurun Selama Arus Lalu Lintas Lebaran

10 Juni 2019, 13: 27: 20 WIB | editor : Perdana

Penumpang Melonjak, Angka Laka Menurun Selama Arus Lalu Lintas Lebaran

SOLO – Semua pihak mengklaim terjadi kenaikan pada arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini. Baik arus lalu lintas di ruas jalan nasional dan jalur tol, hingga penumpang angkutan umum, kereta api hingga bus. Sebaliknya, tingkat kecelakaan di Kota Bengawan mengalami penurunan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo mengatakan, dari pantauan traffic counting, volume kendaraan mengalami H+2 Lebaran tahun ini, mengalami kenaikan 17,19 persen dibandingkan arus balik pada tahun lalu.

“Dari hasil pantauan kami di lapangan maupun dari CC room kami, kendaraan yang masuk dan keluar Kota Solo tahun ini 483.527 kendaraan. Dengan akumulasi kendaraan dari H-7 sampai hari ini (kemarin) 4.834.729, sedangkan pada tahun lalu dengan rentang waktu yang sama sebanyak 4.629.90,” ujar Ari Wibowo.

Untuk puncak arus balik, kendaraan dari arah timur menuju barat terjadi pada Sabtu malam (8/6) hingga Minggu pagi (9/6) kemarin. Dari hasil pantauan, kemacetan terjadi di kawasan pusat-pusat perbelanjaan dan kuliner di Kota Bengawan. “Kemudian terlihat pula di simpang Patung Wisnu Manahan, kemudian simpang empat Ursulin, serta arah menuju exit tol Klodran,” jelas Ari.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Busroni mengatakan, tidak ada kemacetan parah di Kota Bengawan. Rekayasa yang dilakukan diklaim berhasil serta penempatan pospam, posyan, dan sub pospam sudah sesuai dengan potensi gangguan kamseltibcarlantas. “Pos-pos berfungsi optimal sesuai harapan kita,” papar Busroni.

Ditambahkan Busroni, selama sebelas hari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2019, tidak ada kejadian menonjol di ruas-ruas jalan Kota Bengawan. Jumlah kecelakaan pun menurun bila dibandingkan dengan Operasi Ketupat Candi 2018.

 “Selama Operasi Ketupat Candi 2019, tercatat hanya terjadi 16 kasus kecelakaan. Seluruhnya merupakan warga lokal Kota Solo, bukan para pemudik. Jumlah ini menurun 27 persen dibandingkan selama Operasi Ketupat Candi 2018, yakni 22 kasus kecelakaan,” ujarnya.

Dari seluruh kecelakaan mayoritas kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal kendaraan sepeda motor yang tidak dapat menguasai kendaraan. Dari 16 kasus kecelakaan, 19 orang menderita luka ringan tanpa ada korban meninggal dunia seperti tahun lalu terdapat seorang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah korban luka ringan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni 28 orang atau turun sekitar 32 persen. Jumlah kerugian materiil juga mengalami penurunan 32 persen. Dari sebelumnya Rp7 juta menjadi Rp 4,9 juta.

Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Bambang Subekti menambahkan, kecelakaan justru tidak terjadi di lokasi rawan kecelakaan yakni Jl. Ahmad Yani. Menurutnya, kecelakaan terjadi merata di seluruh jalan arteri di Kota Solo.

“Jajaran Satlantas Polresta Surakarta telah mengantisipasi terjadinya kecelakaan di lokasi itu dengan memasang rambu rawan kecelakaan, imbauan untuk mengurangi kecepatan, dan penutupan pada median jalan yang digunakan warga untuk memotong jalur utama,” ujar dia.

Peningkatan arus balik kendaraan juga terjadi di jalan tol. Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo mengatakan, dari hasil catatan, kendaraan yang keluar masuk di beberapa pintu tol yang dikelola JSN dari data terakhir sebanyak 405.379 kendaraan. Jumlah tersebut lebih tinggi 197,43 persen dibandingkan hari-hari biasa. Kendaraan paling banyak masuk pada Jumat (7/6) sebanyak 60.413 kendaraan.

“Sejak arus mudik kemarin, memang sudah ada kenaikan untuk kendaraan yang melintas di ruas jalan tol, kemungkinan karena tol Trans Jawa sudah menyambung. Kemudian dari exit tol yang kita kelola, paling banyak keluar masuk di pintu tol Colomadu, sekitar 40 sampai 45 persen,” papar Ari.

Ditambahkan Ari, sejauh ini ada tujuh kasus kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol, dua orang korban di antaranya meninggal dunia karena kejadian ini. 

“Dari hasil evaluasi, kejadian kecelakaan sendiri karena kebanyakan sopir yang mengantuk, serta ban mobil yang pecah,” papar Ari.

Di bagian lain, Humas Manager PT KAI Daop VI Jogjakarta Eko Budiyanto mengatakan, jumlah kereta maupun penumpang juga mengalami kenaikan pada tahun ini. Eko mengurai untuk di Kota Bengawan, penumpang mudik tahun ini turun di Stasiun Purwosari dan Solo Balapan.

Untuk penumpang naik melalui Stasiun Purwosari per Sabtu tercatat 2.822 orang. Jumlah tersebut turun 96 persen dibandingkan tahun lalu, sedangkan pemudik yang turun di Stasiun Purwosari 2.588 orang. Jumlah tersebut naik 117 persen dibandingkan tahun lalu.

“Sedangkan penumpang yang naik maupun turun melalui Stasiun Solo Balapan sama-sama turun. Pada tahun ini 9.748 orang. Padahal, tahun lalu 9.932 orang,” jelas Eko.

Sementara itu aktivitas di Terminal Tipe A Tirtonadi juga terlihat sibuk. Koordinator Terminal  Tipe A Tirtonadi Surakarta Joko Sutriyanto mengatakan, untuk arus balik terpantau padat pada Sabtu (9/6), atau berbarengan dengan pemberangkatan program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dishub Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Data terakhir, jumlah bus yang masuk di terminal 2.264 kendaraan, sedangkan jumlah penumpang yang naik maupun turun melalui terminal 52.397 orang,” papar Joko.  (atn/bun)

Lalu Lintas Kendaraan dan Pemudik Lebaran

Kendaraan Pribadi

4.834.729

Kendaraan yang melintas Kota Solo

Jalur Tol 

405.379 

Kendaraan yang melintas di Tol Solo-Ngawi

Bus Umum di Terminal

2.264

Bus masuk terminal

52.397

Jumlah penumpang naik dan turun di terminal

Stasiun Kereta 

5.410

Penumpang naik dan turun di Stasiun Purwosari

9.748

Penumpang yang naik dan turun di Stasiun Solo Balapan

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia