Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Features

Pemudik Difabel Diangkut Bus Khusus

10 Juni 2019, 13: 30: 23 WIB | editor : Perdana

LEBIH NYAMAN: Pemudik difabel diberangkatkan dari BBRSPDF Colomadu.

LEBIH NYAMAN: Pemudik difabel diberangkatkan dari BBRSPDF Colomadu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

PULUHAN peserta mudik ramah anak dan disabilitas (MRAD) bertolak ke ibu kota, Minggu kemarin (9/6). Mereka berangkat dari halaman Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso Surakarta Colomadu. Peserta berharap agar program tersebut tetap berlangsung pada Lebaran tahun depan.

Namin, 43 salah satu peserta mudik MRAD mengaku lega tahun ini dapat kembali terdaftar dalam program mudik gratis tersebut. “Dua tahun ini saya ikut  mudik ke Solo, ke temoat mertua saya,” jelas Namin yang akan menuju Depok, Jawa Barat.

Dua tahun ini, Namin merasa terbantu dapat ikut program mudik gratis. Meski harus berbeda armada dengan keluarganya. Dia merasa senang bisa ikut mudik gratis tersebut mengingat armada yang digunakan juga sangat ramah untuk penderita polio seperti dia.

“Saya menderita polio sejak usia 3 tahun. Sangat kesulitan kalau pergi naik kendaraan umum. Kalau ada program ini mudik jadi lebih nyaman,” ujar dia.

Armada mudik gratis khusus difabel ini memang memiliki fasilitas seperti tempat tidur dan ruang cukup luas bagi pengguna kursi roda dan tuna daksa. Selain itu, panitia juga mengecek kesehatan hingga kebutuhan konsumsi bagi para peserta mudik gratis. “Kendaraan ini kan lengkap dengan fasilitas hidrolik khusus kursi roda,” jelas Namin.

Berangkat dari Jakarta pada 1 Juni 2019 lalu, Namin tiba di Solo dengan selamat pada 2 Juni 2019. Bahkan, dia diantar sampai depan pintu rumah mertuanya di kawasan Pasar Kliwon. Karena itu dirinya berharap banyak agar program ini tetap bisa diselenggarakan pada tahun depan. 

“Sudah dua kali sama tahun kemarin. Program ini sangat membantu karena diantar sampai depan rumah. Malah sekarang yang dari luar Jawa juga sudah bisa ikut,” kata Namin.

Dua armada bus dan satu unit mini bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mengangkut mereka. “Peserta dibagi dua. A menempuh jalur selatan meliputi Solo-Magelang-Kebumen-Purbalingga-Majenang-Bandung-Baros-Purwakarta-Jakarta. Kalau Bus B melalui jalur utara meliputi Solo-Salatiga-Tegal-Jakarta,” jelas Inisiator MRAD Ilma Sovri Yanti.

Menurut dia, MRAD merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak terhadap para penyandang disabilitas baik kursi roda maupun kebutuhan khusus lainnya serta ramah anak untuk berlebaran di kampung halamannya saat musim mudik. Untuk Kota Solo, sedikitnya ada 35 disabilitas yang ikut serta. “Rinciannya, 19 disabilitas kursi roda dan daksa menggunakan bus akses, 16 anak-anak di mobil elf termasuk pendamping,” papar Ilma.

Di tahun keempat penyelenggaraan tersebut, Ilma memastikan partisipasi publik terus meningkat dari tahun sebelumnya. Lebaran ini, sedikitnya ada 195 difabel yang ikut serta mulai dari berbagai penggolongan disabilitas, anak, maupun pendamping. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia