Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pantai Ramai, Andum Ketupat Kurang Peminat

10 Juni 2019, 15: 32: 20 WIB | editor : Perdana

SALURKAN HOBI: Deretan pantai di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri menjadi jujukan wisatawan selama libur Lebaran.

SALURKAN HOBI: Deretan pantai di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri menjadi jujukan wisatawan selama libur Lebaran. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemudik memanfaatkan libur Lebaran sebagai sarana refreshing. Di antaranya mengunjungi  pantai Klothok dan Dadapan di Kecamatan Paranggupito. Ramainya wisatawan tersebut ikut mendongkrak perekonomian warga. 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Paranggupito Slamet Arifin mengatakan, karang taruna bersinergi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan BUMDes setempat berinisiatif  pinjam kelola Pantai Klothok dan Dadapan. Mereka pun mendapatkan lampu hijau dari bupati.

“Sejak awal Ramadan (Pantai Klothok dan Dadapan, Red) kita bersihkan secara gotong royong supaya bisa dijadikan objek wisata saat libur Lebaran," terang Slamet, Minggu (9/5). 

Targetnya, Pantai Klothok dikunjungai 500 wisatawan, sedangkan Pantai Dadapan 300 orang. Hingga Minggu pagi, Klothok sudah didatangi 570 orang, sedangkan Dadapan 335 wisatawan. Diprediksi, jumlah wisatawan terus meningkat hingga H+5 Lebaran. 

Cukup dengan tiket Rp 5.000, pengunjung dapat menikmati tiga keindahan pantai, yakni Sembukan, Klothok dan Dadapan. Hanya saja, setiap pantai harus membayar parkir secara terpisah. "Tiketnya tergolong murah. Tidak mengecewakan pengunjung pantai," ujar dia.

Sementara itu, tradisi Andum Ketupat di Waduk Gajah Mungkur tidak begitu dipadati pengunjung. Hal ini diduga karena acara dimulai terlalu awal dan di akhir libur Lebaran.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Wonogiri Fredy Sasono menuturkan, dari enam objek wisata yang dikelola pemkab yakni Waduk Gajah Mungkur (WGM), Air Terjun Girimanik, Pantai Sembukan, kompleks Museum Karst dan Goa Putri Kencono, digadang-gadang menyedot sebanyak 100 ribu pengunjung.

Pada hari H Lebaran, jumlah pengunjung WGM sebanyak 3.347 orang. Meningkat pada hari kedua sebanyak 12.970 orang, hari ketiga 14.039 orang, hari keempat 15.100 wisatawan, dan kemarin 12.923 pengunjung.

"Saat Andum Ketupat tadi memang terlihat tidak begitu ramai jika dibanding tahun lalu. Tapi kan ramai tidaknya dilihat dari tiket. Sampai siang ini belum diketahui berapa tiket yang terjual," urainya.

Menurut Fredy, kurangnya pengunjung Andum Ketupat bisa disebabkan acara yang digelar terlalu awal cepat, yakni sekitar pukul 11.00, atau pengunjung WGM datang kesiangan.

"Pola libur juga pengaruh. Besok karyawan sudah masuk kerja, tapi anak-anak masih libur. Kami optimistis, sisa waktu ini bisa menutup target," terang dia.

Sedangkan jumlah pengunjung di Air Terjun Girimanik selama empat hari Lebaran ada 3.351 orang, Pantai Sembukan 2.334 orang, Museum Karst dan Goa Putri Kencono 710 orang. Total jumlah wisatawan di enam objek wisata yang dikelola pemkab hingga Sabtu (8/6) sekitar 60 ribu orang. "Ya kami optimistis bisa 100 ribu pengunjung dengan target pendapatan Rp 1,5 miliar,” ucapnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia