Selasa, 22 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Jadi Kuliner Khas Sukoharjo, Produsen Pertahankan Citarasa Jenang

10 Juni 2019, 17: 21: 05 WIB | editor : Perdana

TRADISIONAL: Pekerja mengaduk adonan jenang di tempat usaha milik Murni.

TRADISIONAL: Pekerja mengaduk adonan jenang di tempat usaha milik Murni. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Tak hanya dikenal dengan produk jamu tradisionalnya, Kota Makmur juga memiliki kuliner khas, yakni jenang. Industri rumahan tersebut terpusat di Kedunggundel, Kenep, Kecamatan Sukoharjo dan telah berproduksi sejak 1989.

Kemarin, Jawa Pos Radar Solo melihat langsung proses pembuatan jenang milik Murni warga setempat. Dia masih mempertahankan tradisi turun temurun orang tuanya dengan menggunakan alat-alat tradisional. Seperti tungku kayu dan wajan tembaga. 

"Pada libur lebaran ini bisa habis sampai 50 kilogram jenang. Omzetnya sekitar Rp 5 juta. Kalau hari biasa 13 kilogram,” terangnya.

Hingga pukul 16.00, masih banyak pembeli yang rela menunggu jenang hingga matang dimasak. "Proses pembuatannya cukup lama. Kita tidak memakai tepung beras yang sudah bentuk bubuk. Kita giling sendiri beras dan juga ketannya," jelasnya. 

Murni tak segan membeberkan tahapan pembuatan jenang. Mulai dari merendam beras dan ketan sebelum digiling menjadi bubuk. Air rendaman menggunakan santan kelapa cair. Hal ini agar citarasa jenang berbeda. 

"Setelah parutan kelapa siap, santan kental diambil untuk direbus bersama gula jawa aren sampai mendidih kental. Setelah itu baru kita masukkan tepungnya," urainya. 

Proses selanjutnya, adonan terus diaduk selama sekitar lima jam. Ketika tampak berminyak dan kelihatan cemerlang, adonan siap dipindahkan ke dalam cetakan.

Ditambahkan Murni, usaha tersebut tidak sekadar mencari materi, tapi juga mempertahankan kuliner zaman lawas dan tradisi keluarga. "Semoga kuliner jadul ini tetap digemari di tengah banyaknya kuliner modern,” pungkasnya. (rgl/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia