Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Densus Tangkap SR , Diduga Bantu RA Ledakkan Bom di Pos Kartasura

10 Juni 2019, 19: 12: 58 WIB | editor : Perdana

Rumah kontrakan Sugeng Riyadi di Semanggi, Pasar Kliwon tampak sepi

Rumah kontrakan Sugeng Riyadi di Semanggi, Pasar Kliwon tampak sepi

Share this      

SOLO – Kasus percobaan bom bunuh diri yang menyasar Pos Pam Ops Ketupat Candi milik Polres Sukoharjo di kawasan Bundara Kartasura pada Senin (3/6) malam lalu terus didalami. Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri kembali melakukan penggeledahan sebuah rumah kontrakan di RT 07 RW 05 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon pada Minggu (10/6) malam.

Rumah kontrakan tersebut ditinggali SR atau Sugeng Riyadi. Pria kelahiran Surakarta, 18 Juni 1985 itu diduga terlibat upaya bom bunuh diri oleh Rofiq Asharudin alias RA di pos pam Kartasura Senin malam lalu. 

Dari informasi yang dihimpun, sebelum rumah kontrakan tersebut digeledah aparat, Sugeng sudah diamankan Densus pada siang harinya. Penangkapan dilakukan di Jalan Tanggul Sungai Bengawan Solo Desa Jatiteken, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Supardi, Ketua RT setempat membenarkan adanya penggeledahan rumah tersebut. Saat penggeledahan, Supardi yang juga menjadi saksi itu melihat aparat menyita sebuah handphone.

“Kalau di rumah cuma menyita HP. Terus salah satu polisi sempet ngomong sama saya, katanya juga mengamankan sepeda motor yang biasa dibawa Mas Sugeng. Tapi diamankannya waktu ditangkap. Ditangkapnya di Mojolaban,” jelas Supardi.

Dari polisi yang melakukan penggeledahan pula Supardi mendapat info kalau Sugeng diamankan karena diduga terlibat dalam kasus percobaan bom bunuh diri oleh RA.

"Kemarin sempat diperlihatkan surat penangkapannya sama saya,” urainya.

Ditambahkan Supardi, sehari-hari Sugeng berjualan pakaian dan aksesoris di kawasan Pasar Klitikan Notoharjo. Sementara pada siang hari dia bekerja di lokasi home industri sablon tidak jauh dari kontrakannya.

Sugeng dikenal sosok yang pendiam dan tidak pernah bergaul dengan tetanga sekitar. “Kalau salatnya juga tidak pernah di masjid sini, tidak tahu di mana. Termasuk teman-temannya siapa saja, tidak pernah tahu,” ujar Supardi.

Setelah penggeledahan, Supardi juga mendapat informasi dari polisi. "Katanya, Sugeng diamanakan di Semarang dan mau dipersika salama 14 hari ke depan di polda. Diminta keluarga untuk tidak perlu panik dan takut,” imbuh Supardi. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia