Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Penerbangan di Atas Bandara Adi Soemarmo Terganggu Balon Udara Liar

10 Juni 2019, 19: 49: 30 WIB | editor : Perdana

Airnav cabang Kota Solo bersama dan Lanud Adi Soemarmo menggelar jumpa pers terkait laporan pilot tentang balon udara liar

Airnav cabang Kota Solo bersama dan Lanud Adi Soemarmo menggelar jumpa pers terkait laporan pilot tentang balon udara liar

Share this      

SOLO - Sejumlah pilot dari dua maskapai penerbangan melaporkan adanya gangguan balon-balon udara liar yang terbang di atas kawasan Bandara Internasional Adi Soemarmo. Keberadaan balon udara liar itu sangat membahayakan keselamatan penerbangan hingga menyebabkan pesawat hilang kendali.

General Manager Airnav Cabang Kota Solo Dhenny Purwo Hariyanto menuturkan, sepanjang arus mudik dan balik Lebaran Airnav menerima 42 laporan secara nasional.

"Untuk kasus secara nasional, jumlahnya ada penurunan. Karena pada Lebaran tahun lalu ada sekitar 114 laporan yang masuk,” ujar Dhenny.

Sementara untuk kawasan udara Bandara Adi Soemarmo, terdeteksi ada tiga balon udara liar. Kasus pertama dilaporkan pada hari H Lebaran. Pilot Air Asia melihat balon udara liar dengan ketinggan 12 ribu kaki di sisi barat laut bandara dengan jarak 25 Nautical Mile (NW) atau sekitar 46,3 kilometer.

“Dua laporan lainnya masuk Minggu (9/9). Yang satu dilaporkan pilot Air Asia dengan ketinggian 6 ribu kaki tidak jauh dari bandara. Kemudian, sorenya dilaporkan pilot Citylink dengan ketinggian 8 ribu kaki di sisi barat daya bandara,” urai Dhenny.

Dari mana asal balon tersebut, Dhenny enggan menduga-duga. Sebab, bisa jadi balon tersebut terbang tertiup angin sehingga masuk radius penerbangan Solo. Namun, dia sempat menyinggung daerah-daerah di Jawa Tengah yang kerap melakukan tradisi Syawalan dengan menerbangkan balon. 

“Sejumlah daerah di Jawa Tengah mempunyai tradisi menerbangkan balon udara pada musim Lebaran. Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Permenhub Nomor 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. Aturan itu juga untuk memfasilitasi tradisi masyarakat menerbangkan balon udara. Namun, dengan cara yang aman dan tidak mengganggu penerbangan,” paparnya

Sebab, balon udara yang terbang liar dapat mengakibatkan tersangkut di sayap, ekor, hingga flight control pesawat. Sehingga mengakibatkan pesawat hilang kendali. Bisa juga masuk ke dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan pada mesin pesawat. Bahkan, pesawat bisa meledak.

Danlanud Adi Sumarmo Kolonel (Pnb) Adrian Damanik mengatakan, ia beserta jajarannya aktif melakukan antisipasi terjadinya pelepasan balon udara liar.

“Pemerintah sudah memfasilitasi dan tidak melarang tradisi penggunaan balon udara melalui Permenhub Nomor 40 Tahun 2018. Namun, apabila ditemukan pelanggaran yang mengganggu keselamatan penerbangan udara, pelaku dapat dikenakan sanksi penjara 2 tahun dan dengan Rp 500 juta, ” urai danlanud. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia