Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Masih Ada ASN Bolos Usai Libur Lebaran 

11 Juni 2019, 11: 25: 59 WIB | editor : Perdana

MASUK PERDANA: Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo dan Wawali mengikuti halal bihalal usai upacara di balai kota, kemarin (10/6).

MASUK PERDANA: Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo dan Wawali mengikuti halal bihalal usai upacara di balai kota, kemarin (10/6). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Ribuan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Surakarta tidak bisa keluar area balai kota, kemarin (10/6). Mereka “diisolasi” selama dua jam untuk mengikuti rangkaian kegiatan pada hari pertama masuk setelah libur Lebaran.

Tepat pukul 07.30 prosesi upacara bendera digelar di halaman Balai Kota Surakarta. Petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) menutup pintu utama dengan portal. Sejumlah ASN yang datang terlambat terpaksa memarkirkan kendaraannya di luar kompleks pemerintahan tersebut. Beberapa di antaranya mencoba berputar arah menuju pintu belakang balai kota. Tak seperti biasanya, tiga pintu di sisi belakang pun tertutup rapat. Selesai upacara pintu masuk balai kota belum juga dibuka. Satpol PP menjaga ketat semua akses tersebut, termasuk untuk masyarakat umum yang akan mengurus administrasi kependudukan. “Pelayanan dibuka jam 10 nanti,” kata seorang petugas.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo ingin seluruh ASN memiliki kesadaran terhadap kewajiban sebagai abdi negara. Pemkot sengaja mengunci seluruh akses masuk dan keluar balai kota lantaran tidak ingin ASN kabur sebelum mengikuti acara halal bihalal seusai upacara. Wali kota memang tidak melakukan inspeksi mendadak (sidak) kehadiran ASN pada hari pertama kerja.

“Ini melatih kesadaran diri sendiri sebagai ASN. Karena sebagai ASN terikat aturan, dan Panca Prasetya Korps Pegawa Republik Indonesia sudah mengatakan seperti itu, sehingga tidak perlu ada sidak. Disidak koyo cah cilik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Rudy itu menambahkan, jika ada ASN yang tidak masuk pada hari pertama kerja seusai libur lebaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk menyusun laporan. Dia melihat tidak banyak ASN yang membolos, kecuali memiliki alasan yang dibenarkan. “Tampaknya teman-teman semuanya masuk, kecuali ada sakit,” imbuhnya.

Soal pemotongan tunjangan, Rudy memastikan tidak akan melakukan. Sebab, hal itu dinilai bukan solusi terbaik dari persoalan tindak indisipliner pegawai. Wali kota lebih memilih melakukan pendekatan secara personal daripada menggunakan ancaman.

“Kurangi tunjangan juga mung sitik. Kita lebih mengajak menyadarkan diri, tanggung jawab sebagai ASN. Kita juga memberi contoh, teman-teman libur, kita nggak libur. Diambil perasaannya saja lah,” katanya.

Sementara itu berdasarkan hasil presensi sidik jari, terdapat 20 ASN yang tidak masuk tanpa keterangan. Sementara 244 ASN lainnya tidak masuk untuk mengganti cuti dan libur lebaran. Mereka adalah petugas kesehatan, perhubungan dan petugas lain yang bertugas selama Idul Fitri.

“Jumlah ASN non guru ada 3.775. Yang melakukan finger ada 3.491 orang. Yang belum finger 20 orang, ini masih kita konfirmasi,” terang Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Surakarta Rachmad Sutomo. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia