Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Inflasi selama Ramadan Terkendali

11 Juni 2019, 15: 26: 19 WIB | editor : Perdana

SALAH SATU PENYEBAB: Komoditas daging ayam ras di lapak pedagang Pasar Gede, kemarin (10/6). Daging ayam ikut memicu terjadinya inflasi selama Ramadan atau Mei.

SALAH SATU PENYEBAB: Komoditas daging ayam ras di lapak pedagang Pasar Gede, kemarin (10/6). Daging ayam ikut memicu terjadinya inflasi selama Ramadan atau Mei. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Setelah melewati momen Ramadan, inflasi Kota Solo tercatat cukup terkendali. Bahkan lebih rendah dibandingkan Apil. Biasanya, momen Ramadan memicu terjadinya inflasi karena konsumsi masyarakat meningkat. Berimbas pada kenaikan harga bahan baku.

Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Herminawati mengatakan, inflasi kota Solo pada Mei tercatat 0,28 persen. Lebih rendah dibandingkan April yang menyentuh angka 0,68 persen. Menurut data, indeks harga konsumen (IHK) pada Mei sebesar 132,30. Dari angka tersebut, laju inflasi kalender Januari-Mei tercatat di angka 1,55 persen.

”Lima komoditas penyumbang inflasi adalah harga angkutan udara, angkutan antarkota, petai, daging ayam ras, dan cabai merah. Lima komoditas penyebab deflasi adalah harga bawang putih yang sudah mulai turun, diikuti bawang merah, pepaya, kangkung, dan buncis,” jelas Herminawati kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (10/6).

Laju inflasi year on year (YoY) sebesar 2,75 persen. Laju inflasi dapat ditekan karena kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,17 persen. Besaran indeks 146,82 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 147,07. 

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga, ikut andil mendongkrak inflasi. Yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang naik 0,61 persen. Serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang naik 0,03 persen. Sedangkan kelompok sandang naik 0,19 persen.

Selama Ramadan kemarin, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta aktif menyelenggarakan Pasar Mirunggan. Menjual komoditas pokok untuk memenuhi kebutuhan Lebaran masyarakat. Melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Perum Bulog, Pedaringan, dan PT PPI. Menyediakan komoditas berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam.

”Sehingga sejumlah komoditas yang dijual harganya lebih murah. Kenaikan harga juga tidak terlalu tinggi. Selain itu juga mengimbau masyarakat agar tidak berbelanja berlebihan,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia