Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Mengais Rezeki dari Selongsong Ketupat

11 Juni 2019, 15: 29: 05 WIB | editor : Perdana

LUAR KOTA: Pedagang menyelesaikan selongsong ketupat di emperan toko kawasan Pasar Legi.

LUAR KOTA: Pedagang menyelesaikan selongsong ketupat di emperan toko kawasan Pasar Legi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Syawalan identik dengan kuliner ketupat. Tak heran jika kawasan Pasar Legi dibanjiri pedagang musiman selongsong ketupat. Mereka menggelar lapak di emperan toko.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin (10/6), belasan pedagang menempati sejumlah titik di kawasan Pasar Legi. Jemari mereka cukup terampil menganyam selongsong ketupat dari daun kelapa yang masih muda atau janur. Usut punya usut, mereka ternyata berasal dari luar Kota Bengawan.

Darsih, 41, seorang di antaranya. Mengaku datang jauh-jauh dari Salatiga untuk berjualan selongsong ketupat. Dia sudah berada di Pasar Legi sejak H-2 Lebaran (3/6). Piliha jualan di Solo karena penghasilan yang didapat lumayan banyak dibanding berjualan di kota asalnya.

”Pas hari Lebaran sempat pulang dulu. Balik lagi jualan di Solo. Harganya Rp 10 ribu per ikat. Satu ikatnya isi 10 buah,” jelas Darsih kepada Jawa Pos Radar Solo.

Darsih mengaku tahun ini sedikit kesulitan mencari janur untuk bahan selongsong ketupat. Seikat janur dibeli Darsih seharga Rp 200 ribu. Bisa dianyam menjadi 800-900 buah selongsong ketupat. Selongsong ini dibuatnya di lokasi dia jualan.

Tahun ini, rata-rata pedagang mampu menjual 400 selongsong ketupat per hari. Tahun lalu, seikat ketupat hanya dibandrol Rp 6-7 ribu. Namun karena momen Lebaran, harga janur ikut naik.

Purwani, 46, pedagang asal Boyolali mengaku menyiapkan 300 selongsong ketupat per hari. Sudah sepekan ini dia berjualan di Pasar Legi. ”Harga rata-rata sama dengan yang lain, Rp 10 ribu seikat isi 10 buah. Rata-rata yang beli lebih dari 5 ikat, Bahkan ada yang beli partai besar. Mungkin untuk acara besar,” ujarnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia