Selasa, 22 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Hari Pertama Kerja, Satu ASN Bolos, Lainnya Sakit dan Cuti

11 Juni 2019, 17: 00: 24 WIB | editor : Perdana

HARI PERTAMA KERJA: Bupati Wardoyo gelar halal bihalal bersama ASN.

HARI PERTAMA KERJA: Bupati Wardoyo gelar halal bihalal bersama ASN. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri tidak masuk pada hari pertama kerja setelah cuti bersama Lebaran kemarin (10/6). Bagi yang kedapatan membolos, bakal mendapatkan sanksi tegas.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di kantor Pemkab Sukoharjo, sebelum memulai aktivitas, para ASN menggelar upacara berlanjut halalbihalal bersama Bupati Wardoyo Wijaya. “Tidak ada alasan tidak masuk di hari pertama masuk kerja, karena ini hukumnya wajib. Kecuali sakit,” tandas bupati.

Untuk mengawasi absensi ASN, imbuh Wardoyo, pemkab menerjunkan pengawas ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). "Potongan TPP (tunjangan penghasilan pegawai, Red) berjalanan selamanya. Selama ada absen finger print akan terus diterapkan,” katanya.

kegiatan serupa dilakukan Bupati Joko Sutopo kemarin (10/6). 

kegiatan serupa dilakukan Bupati Joko Sutopo kemarin (10/6).  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Joko Triyono mengungkapkan, pengecekan absensi ASN dilakukan dengan dua cara. Secara manual dengan mengecek langsung ke OPD bersangkuta, kedua menggunakan mesin finger print.

Hasil pendataan BKPP, ASN yang tidak hadir pada hari pertama kerja sebanyak 49 orang. Satu di antaranya tanpa dilengkapi keterangan jelas alias membolos. Pemkab sudah siapkan sanksi untuk oknum ASN tersebut.

"Efektif cuti sampai tanggal 9 Juni. Jika ada yang membolos ada mekanisme sanksi. Dengan absensi finger print menjadi jelas siapa yang tidak masuk. Kalau sakit harus ada izin," tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa.

Sementara itu, halalbihalal juga digelar ASN Pemkab Wonogiri bersama Bupati Joko Sutopo di halaman pendapa kantor bupati. Sekda Wonogiri Suharno menjelaskan, ada sekitar 39 ASN dari berbagai instansi tidak masuk kerja dengan keterangan. Mulai dari izin sakit dan cuti. "Tidak ada yang tidak masuk tanpa keterangan," ucap dia.

Ditambahkannya, sesuai dengan surat edaran Menteri PAN-RB nomor B/26/M.SM.00.01/2019 tertanggal 27 Mei 2019, hasil pemantauan kehadiran ASN pada hari pertama kerja harus dilaporkan ke menpan melalui https://sofina.menpan.go.id  paling lambat Senin (10/6) pukul 15.00.

ASN yang bolos dapat dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah tentang Disiplin ASN. Sanksi juga harus dilaporkan ke Kementerian PAN-RB paling lambat 10 Juli. (rgl/kwl/wa)

(rs/kwl/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia