Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Deteksi Dini Teroris Masuk Sukoharjo, Bupati: Data Ulang Pendatang

11 Juni 2019, 20: 58: 30 WIB | editor : Perdana

Deteksi Dini Teroris Masuk Sukoharjo, Bupati: Data Ulang Pendatang

SUKOHARJO - Aksi terorisme maupun penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris yang semuanya terjadi di wilayah Sukoharjo memantik reaksi Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Ia memerintahkan untuk dilakukan pendataan ulang semua pendatang baru.

"Saya mengimbau seluruh ketua RT, RW se-Kabupaten Sukoharjo untuk mendata ulang masyarakatnya. Terutama yang tinggal di kos-kosan," terang Wardoyo Selasa (11/6).

Hal itu sebagai salah satu upaya deteksi dini terhadap pendatang yang punya bibit-bibit gelagat kurang baik. Selain itu, agar diketahui siapa saja pedatang baru yang tinggal di wilayah Sukoharjo. 

Semua pendatang baru, kata Wardoyo, harus menyerahkan surat identitas, seperti fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

"Jika ada pendatang tidak mau menyerahkan identitas, ya ditolak, enggak boleh kos. Tidak mau memberikan identitas berarti ya harus siap ditolak masyarakat. Karena itu tanda-tanda tidak baik," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 Anti Teror melakukan penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris Ali  Amirul Alam alias Umar di gang Salak RT 3 RW 21 Ngruki, Cemani pada Minggu (9/6). Ali merupakan warga ber-KTP Jakarta. Kemudian, pada Senin (3/6) malam terjadi aksi percobaan bom bunuh diri di pos pantau mudik Lebaran milik Polres Sukoharjo di bundaran Kartasura. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia