Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tertibkan PKL Liar di Alun-Alun Utara

12 Juni 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Suasana pasar darurat Pasar Klewer yang menempati lahan di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (28/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Suasana pasar darurat Pasar Klewer yang menempati lahan di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (28/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Puluhan pedagang liar di kawasan Jalan Supit Urang, alun-alun utara ditertibkan, kemarin (11/6). Sebab, keberadaan pedagang dadakan itu kerap mengganggu arus lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan di kawasan tersebut.

Puluhan pedagang kali lima (PKL) musiman yang menjajakan dagangan di kawasan Jalan Supit Urang hingga sepanjang lahan kosong bekas bangunan Pasar Klewer sisi timur langsung kocar-kacir ketika sejumlah petugas satpol PP setempat datang menertibkan mereka. “Mending pindah dari pada diangkut satpol PP,” jelas Rizky, 24, pedagang pernak-pernik asal Majalengka, Jawa Barat.

Dia siap pindah lokasi karena sebelumnya sudah ada peringatan dari satpol PP agar mereka meninggalkan lokasi usai lebaran. Karena itu, ketika petugas satpol PP datang, mereka langsung pindah. 

Hal senada juga diungkapkan pedagang buah dan minuman ringan asal Karanganyar, Waluyo, 43. Menurut dia, lebih baik pindah dari pada berurusan dengan pemerintah setempat karena melanggar aturan. “Ya ini hanya menghabiskan dagangan saja. Nanti langsung saya bawa pulang,” kata Waluyo.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surakarta Agus Sis Wuryanto membenarkan bahwa ada 20 pedagang yang berjualan di lahan bekas Pasar Klewer sisi timur dan beberapa lainnya berada di sekitar Jalan Supit Urang. Pemkot terpaksa menertibkan mereka karena sudah diberi kelonggaran hingga Lebaran.

“Toleransinya hanya Lebaran. Ini langsung kami tertibkan. Tapi mereka sudah paham dan pergi sendiri-sendiri,” tegas Agus Sis.

Berdasarkan pengamatan, puluhan PKL dadakan itu terdiri dari pedagang buah, makanan dan minuman, pernak-pernik, serta pakaian. Bahkan beberapa di antaranya ada yang terdaftar sebagai pedagang Pasar Klewer. Pihaknya meminta segera kembali ke lokasi berdagang sebelumnya. Mereka diberi alternatif menjajakan dagangan dengan cara keliling.

“Mereka memicu macet. Jelas ini melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2013 soal Perhubungan Darat. Sekaligus melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2008 soal Penataan PKL,” tutur Agus Sis. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia