Selasa, 22 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Inflasi Mei Rendah, Berharap Juni Stabil

12 Juni 2019, 15: 07: 54 WIB | editor : Perdana

SUMBANG DEFLASI: Komoditas buah pepaya yang dijual pedagang di Pasar Gede Solo, kemarin (11/6). Turunnya harga pepaya ikut menekan angka inflasi di Kota Solo, Mei.

SUMBANG DEFLASI: Komoditas buah pepaya yang dijual pedagang di Pasar Gede Solo, kemarin (11/6). Turunnya harga pepaya ikut menekan angka inflasi di Kota Solo, Mei. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Inflasi Kota Solo pada Mei tercatat 0,38 persen. Lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta berharap, momentum Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 5 Juni kemarin tidak berdampak signifikan terhdap inflasi.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Surakarta Taufik Amrozy menyampaikan, lonjakan harga sejumlah komoditas saat Lebaran tidak terlalu signifikan. Diharapkan inflasi pada Juni bisa stabil atau cenderung menurun dibandingkan Mei yang bersamaan dengan momentum bulan puasa Ramadan.

Rendahnya inflasi Mei dibandingkan April merupakan hasil kerja keras semua pihak. Sebab pada April kemarin tercatat jadi yang tertinggi se-Jawa Tengah. 

”Selain itu juga karena situasi pascapemilu yang relatif aman, memberikan dampak positif. Mulai sebelum dan sesudah pemilu, peran aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan berjalan baik. Sehingga kelancaran distribusi pangan juga terjaga,” tutur Taufik kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/6). 

Ditambahkan Taufik, inflasi harus terkendali untuk menjaga daya beli masyarakat serta daya saing perekonomian nasional. Meski kebijakan penyesuaian tarif batas bawah angkutan udara sudah dilakukan, ternyata masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Namun, penyesuaian tersebut mampu menekan inflasi. Harga memang masih mahal, tetapi lonjakan yang terjadi bisa diredam. Kemudian harga bawang putih yang sudah turun juga memberikan dampak positif.

”Prediksinya nanti inflasi Juni tidak akan jauh berbeda dengan Mei. Melihat pengalaman tahun sebelumnya, pasca-Lebaran harga komoditas banyak yang turun. Justru nanti pada Juli kemungkinan akan naik. Karena bersamaan dengan kebutuhan biaya pendidikan tahun ajaran baru,” bebernya.

Kasi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta Herminawati mengatakan, pada Mei mengalami inflasi 0,28 persen. Penyebab utamanya kenaikan tarif angkutan udara 8,53 persen. Memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,09 persen.

Tarif angkutan antarkota naik 9,75 persen, memberi andil terhadap inflasi 0,06 persen. Petai naik 59,69 persen, memberi andil terhadap inflasi 0,06 persen. Harga daging ayam ras naik 4,94 persen, memberi andil terhadap inflasi 0,05 persen. Harga cabai merah naik 16,67 persen, memberi andil inflasi 0,03 persen. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia