Selasa, 22 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Realisasi Kebutuhan Uang Lebaran hanya 77 Persen

12 Juni 2019, 15: 11: 29 WIB | editor : Perdana

NORMAL: Penukaran uang baru yang disediakan BI di rest area Masaran Sragen di Tol Trans Jawa.

NORMAL: Penukaran uang baru yang disediakan BI di rest area Masaran Sragen di Tol Trans Jawa. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Bank Indonesia (BI) menyiapkan kebutuhan uang atau estimasi kebutuhan uang (EKU) selama Ramadan dan Lebaran 2019 sebesar Rp 5,4 triliun. Namun realisasinya hanya mencapai 77 persen. Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan (KPw) BI Surakarta Bakti Artanta menjelaskan, fenomena ini terjadi karena peredaran uang pecahan besar (UPB) masih melimpah.

Dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya, alokasi anggaran yang disediakan selalu 100 persen tersalurkan. Namun untuk momentum Lebaran kali ini tidak demikian. Dari total realisasi penyaluran, untuk uang pecahan kecil (UPK) hampir mendekati 100 persen dari yang dialokasikan.

”Ini memang untuk kebutuhan penukaran uang. Kemudian untuk pecahan besar seperti Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu memang tidak begitu banyak disalurkan atau diambil perbankan. Karena ketersediaan UPB masih banyak. Sehingga ketersediaan untuk mengisi ATM selama Lebaran tetap aman,” jelas Bakti kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/6).

Ditambahkan Bakti, kecukupan UPB di pasaran karena perbankan melakukan mekanisme tukar menukar antarbank (TUKaB). Sehingga antarbank bisa saling mengisi kebutuhan UPB atau uang kartal yang kosong. Dengan begitu kebutuhan UPB untuk mengisi ATM atau kebutuhan lain di dalam bank bisa terkendali dan aman selama libur Lebaran.

Mekanisme tersebut justru mendapat sambutan positif bagi BI. Sebab sistem tersebut dianggap dapat mengurangi ketergantungan terhadap BI. Meski di awal sempat ragu, karena tidak banyak perbankan yang menarik uang di hari-hari terakhir Ramadan.

Namun BI tetap optimistis. Karena pada periode Lebaran, perbankan hanya tutup pada hari H saja. Jelang dan pasca-Lebaran, perbankan tetap menerima setoran dari nasabah. Khususnya dengan setoran besar seperti SPBU. Sehingga uang pecahan besar masih bisa tercukupi untuk stok di ATM.

”Dari alokasi yang kami siapkan sebesar Rp 5,4 triliun, diklasifikasikan menjadi dua bagian. Yaitu 86 persen untuk mencukupi kebutuhan kebutuhan uang pecahan besar. Sisanya yang 14 persen untuk uang pecahan kecil,” terang Bakti. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia