Selasa, 22 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Antisipasi Biaya Masuk Sekolah, Ramai Fenomena Gadai dan Kredit

12 Juni 2019, 15: 15: 18 WIB | editor : Perdana

Antisipasi Biaya Masuk Sekolah, Ramai Fenomena Gadai dan Kredit

SOLO – Momentum Lebaran telah usai. Aktivitas masyarakat kembali normal. Kondisi ini dibarengi dengan menipisnya kondisi keuangan masyarakat, untuk menutupi seluruh kebutuhan selama Lebaran kemarin. Apalagi, sebentar lagi masyarakat harus menyediakan anggaran untuk biaya masuk sekolah.

Mengatasi masalah keuangan, gadai dan kredit jadi solusi. Fenomena ini banyak ditemui di kantor Pegadaian maupun perbankan. Pimpinan Cabang Pegadaian Cokronegaran Solo Joko Wiratno mengaku tren setelah Lebaran banyak yang melakukan gadai. Mulai dari peralatan elektronik maupun perhiasan emas.

Bahkan di hari pertama Pegadaian membuka operasionalnya pascalibur Lebaran, Senin (10/6), cukup banyak nasabah berdatangan melakukan gadai. Selain itu, juga ada beberapa nasabah yang melakukan perpanjangan masa gadai.

”Usai Lebaran, barang gadai yang mendominasi adalah produk emas. Pada hari pertama buka kantor, antrean sampai di luar. Bedanya, tahun ini tebus gadai sebelum Lebaran sedikit sekali,” jelas Joko kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/6).

Ditambahkan Joko, antrean gadai di hari pertama mencapai 200-an orang. Lebaran tahun lalu, tren tebus gadai meningkat 20 persen dibanding hari bisa. Tahun ini, hanya naik 5 persen dibanding hari biasa.

Produk gadai punya andil 85 persen dari semua produk yang dimiliki Pegadaian. Khusus Pegadaian Cokronegaran, realisasi Januari hingga 8 Juni sebanyak Rp 86,72 miliar. Dari target tahunan sebesar Rp 101,5 miliar. 

Terpisah, kredit perbankan juga mendominasi usai Lebaran ini. Vice President Bank Mandiri Tbk Area Surakarta Ony Suryono Widodo mengaku tren kredit konsumtif jelang Lebaran meningkat dibandingkan rata-rata bulan biasa. Dipengaruhi meningkatnya pemenuhan kebetuhan konsumtif saat Ramadan dan Lebaran. Ony memprediksi, Juni ini tren kredit konsumtif tumbuh.

”Pertumbuhan kredit konsumtif ini bisa dilihat dari meningkatnya sales volume credit card atau kartu kredit di Mei. Sebesar 4,5 persen terhadap rata-rata di bulan reguler sebelumnya. Kemudian dari sisi kredit serbaguna (KTA), penyaluran tumbuh 49 persen dibandingkan bulan biasanya. Peningkatan juga terjadi di pembiayaan kredit motor, Naik sebesar 30 persen di momen Ramadan dibandingkan bulan bisanya,” tandas Ony. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia