Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Warga Protes Bronjongisasi Sungai Celep

12 Juni 2019, 15: 53: 51 WIB | editor : Perdana

DISOAL: Proyek bronjongisasi Sungai Celep di Desa Celep, Kecamatan Kedawung.

DISOAL: Proyek bronjongisasi Sungai Celep di Desa Celep, Kecamatan Kedawung. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Warga Desa Celep, Kecamatan Kedawung mempersoalkan pembangunan bronjongisasi atau talut batu berkawat di Sungai Celep wilayah setempat. Mereka khawatir pembangunan bronjong mengakibatkan banjir lantaran terjadi penyempitan sungai.

Tokoh masyarakat Desa Celep Suyadi Kurniawan menyampaikan pembangunan bronjongisasi di Desa Celep sudah berjalan sekitar 4 bulan. Sejauh ini tidak jelas siapa yang mengerjakan proyek tersebut.

”Jadi warga tidak tahu apa itu proyek APBD atau APBN. Spek, waktu pengerjaan maupun kontraktornya juga tidak jelas karena tidak ada papannya,” terangnya Selasa (11/6).

Bronjong yang dibangun sepanjang 100 meter. Sejak dibangun terjadi penyempitan di sungai yang bermuara ke Bengawan Solo itu. Warga khawatir jika ada luapan air menyebabkan 20 rumah di RT 20 terendam air.

”Mestinya batu-batu itu mepet ke tepi sungai. Tapi di sana justru ke tengah sekitar 3 meter, jadi masuk ke tengah sungai. Itu penyempitan sungai kalau ada air deras bisa meluap,” keluhnya.

Dia juga menyampaikan dalam pengerjaan tersebut tidak ikut melibatkan warga. Apalagi proyek tersebut juga mengakibatkan kerusakan jalan kampung. Terutama saat menurunkan alat berat untuk pelaksanaan proyek tersebut. Pihaknya berencana melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.

”Anggota kepolisian dari Polsek Kedawung juga sudah memantau lokasi pembangunan,” imbuhnya.

Sementara itu pengawas proyek Wijiono menuturkan proyek tersebut merupakan program dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Perihal papan informasi proyek sebenarnya sudah akan dipasang, namun terbentur waktu liburan.

”Waktu mulainya kurang tahu, yang lebih paham kantor di bagian yang mengerjakan celep,” kilahnya.

Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo membenarkan anggotanya sudah meninjau lokasi yang disoal warga. Pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi keresahan warga tersebut.

”Betul ada (pekerjaan,red), dan saat ini belum ada laporan. Baru ada pengamatan dari masyarakat setempat. Saat ini kordinasi dengan pihak desa,” bebernya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia