Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pengunjung Museum Karst Merosot

12 Juni 2019, 16: 42: 19 WIB | editor : Perdana

MENDESAK DIPERBAIKI: Museum Karst menjadi jujukan pelajar untuk menambah wawasan.

MENDESAK DIPERBAIKI: Museum Karst menjadi jujukan pelajar untuk menambah wawasan. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata Museum Karst, Desa Gebang, Kecamatan Pracimantoro turun drastis. Kondisi tersebut diduga akibat rusaknya bangunan museum setelah diterjang banjir akhir 2017.

Pemandu wisata Museum Karst Dian Puspita mengatakan, saat libur Lebaran, jumlah pengunjung tidak lebih dari 3.000 orang. “H+3 Lebaran hanya 1.200 orang. Sebelumnya cuma 800 orang,” katanya, Selasa (11/6).

Padahal, pada tahun-tahun sebelum banjir menerjang Museum Karst, tingkat kunjungan bisa mencapai 3.000 orang per hari. “Turunnya (kunjungan wisatawan, Red) sangat drastis. Memang bangunannya rusak. Setelah banjir (museum, Red) ditutup karena ada bagian bangunan ambles. Dampaknya ke jumlah pengunjung,” beber dia.

Ditambahkan Dian, sejak diterjang banjir siklon cempaka akhir November 2017, Museum Karst belum banyak pembenahan. Replika gua dan lobi masih ditutup untuk umum.

“Di lobi tepatnya depan pintu utama terjadi penurunan lantai. Takutnya membahayakan pengunjung kalau sering dilewati. (Ditutup, Red) demi safety,” ucapnya.

Dian paham untuk proses perbaikan museum milik Badan Geologi Kementerian ESDM ini butuh proses panjang. Di antaranya kesiapan anggaran. Tapi, dia berharap pemerintah pusat segera turun tangan. Mengingat, lokasi ini juga menjadi objek edukasi. Tarif masuk museum juga murah. Senilai Rp 5.000 per orang untuk hari biasa dan di akhir pekan Rp 6.000. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia