Senin, 21 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Diprotes Warganet, Harga Karcis Rowo Jombor Turun

12 Juni 2019, 19: 16: 06 WIB | editor : Perdana

DIJAGA: Loket karcis masuk Rowo Jombor, Senin (10/6).

DIJAGA: Loket karcis masuk Rowo Jombor, Senin (10/6). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

HARGA karcis masuk objek wisata Rowo Jombor selama perayaan tradisional Syawalan dibandrol Rp 5.000 per orang. Harga tersebut ternyata viral di media sosial, karena sebagian masyarakat yang hanya melintasi untuk silaturahmi ke rumah kerabat kabarnya ikut ditarik retribusi oleh petugas jaga. Namun sejak Senin pagi (10/6), harga karcis dipangkas separonya jadi Rp 2.500.

Berdasarkan informasi, pengelolaan karcis masuk objek wisata Rowo Jombor dilelangkan dengan pihak ketiga. Awalnya, harga karcis masuk Rp 5.000 berlaku mulai 5-16 Juni atau selama 12 hari. ”Setiap momen Lebaran terutama event Syawalan, harganya memang segitu. Karena saya pernah mengelola seperti ini selama 10 tahun. Tetapi memang ada pro-kontra, dan itu hal biasa,” jelas pengelola karcis masuk Rowo Jombor atau pihak ketiga Bambang Sutejo kepada Jawa Pos Radar Solo di lokasi, Senin (10/6).

Bambang sudah mengetahui harga tersebut viral di media sosial. Tetapi Bambang menegaskan, hanya pengunjung Rowo Jombor yang ditarik retribusi. Sedangkan warga setempat tidak. Setiap warga yang melintas akan ditanyai keperluannya.

”Pengelola karcis warga Desa Krakitan sendiri. Jadi kami tahu yang masuk warga sekitar atau wisatawan. Total ada empat portal tiket. Beroperasional mulai pukul 08.00-19.00 WIB. Kami tegaskan hanya wisatawan tujuan Rowo Jombor saja yang kami tarik retribusi,” kilahnya.

Pemkab Klaten, lanjut Bambang, pasang target Rp 72 juta masuk pendapatan asli daerah (PAD) dari tiket masuk Rowo Jombor. Sebagai pihak ketiga pemenang lelang, Bambang juga ingin mendapatkan keuntungan. ”Turunnya harga tiket kebijakan pemkab,” bebernya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Krakitan menegaskan, tahun ini tidak ikut mengelola karcis masuk. Karena keberatan memenuhi target PAD sebesar Rp 72 juta. ”Sebelumnya pada event Syawalan, karcis masuknya dikelola BUMDes kami. Tahun ini kami tidak ikut karena targetnya meningkat. Hingga akhirnya menjadi viral seperti ini,” tandas Kepala Desa Krakitan Nurdin.

Agar fenomena yang ramai diperbincangkan warganet ini tidak terulang, Nurdin berharap karcis masuk ditiadakan saat event Syawalan. ”Kalau ditarik retribusi, seharusnya ada penambahan fasilitas. Misalnya gazebo di Bukit Turis atau sekitar Rowo Jombor. Termasuk rest area juga ditambah,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Ety Pusparini membenarkan adanya penurunan tarif karcis masuk Rowo Jombor. ”Untuk warga Desa Krakitan yang hendak melintas tidak ditarik retribusi,” tandasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia