Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

31 Orang Positif HIV/AIDS,Klaim Ratusan Lainnya Belum Terdeteksi

12 Juni 2019, 19: 50: 13 WIB | editor : Perdana

31 Orang Positif HIV/AIDS,Klaim Ratusan Lainnya Belum Terdeteksi

BOYOLALI – Tiap tahun jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Boyolali terus bertambah. Sejak penyakit ini terdeteksi pada 2005, sampai sekarang penderitanya mencapai 480 orang. Dari jumlah itu, 85 orang di antaranya meninggal dunia.

Catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Boyolali, ditemukan 31 ODHA, terhitung sejak Januari hingga awal Juni. Sementara tahun lalu, jumlah ODHA di Kota Susu –julukan Kabupaten Boyolali– sebanyak 67 orang.

”ODHA biasanya mengalami pelemahan kekebalan tubuh. Agar dapat tertangani dengan baik, dibutuhkan upaya dari KPA dan ODHA itu sendiri. Kami Selalu mengimbau kepada masyarakat yang menderita HIV/AIDS segera melaporkan agar dapat tertangani,” tegas Sekretaris KPA Boyolali Titiek Sumartini kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/6).

Titiek menyebut HIV/AIDS bak fenomena gunung es. Jumlah penderita yang sebenarnya lebih banyak dari yang nampak di permukaan. Ini jadi pekerjaan rumah bagi KPA untuk menemukan ODHA yang cenderung menutup diri.

”Saya perkirakan, masih ada 400 orang dengan HIV AIDS yang belum terdeteksi di Boyolali. Pencarian ODHA ini sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran HIV/AIDS di Boyolali,” ucap Titiek.

Sementara itu, Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Lina berharap jumlah ODHA yang terdeteksi semakin banyak. Dengan demikian, pola penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit mematikan ini dapat dikendalikan. Pemkab Boyolali melalui dinkes melayani penanganan ODHA tanpa dipungut biaya alias gratis.

Saat ini pelayanan untuk ODHA di sudah bisa diakses di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD), 17 puskesmas, serta di Klinik PMI Cabang Boyolali. ”Sesuai dengan tujuan penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS, yakni meningkatkan kualitas hidup dari penderitanya,” tandas Lina.

Sedangkan untuk mengurangi angka meninggalnya ODHA, penanganannya bersamaan dengan penyakit tuberculosis (TBC). Karena memang, rata-rata ODHA yang meninggal dunia karena diserang penyakit TBC. ”HIV/AIDS menyerang kekebalan tubuh. Sehingga tubuh tidak bisa menangkal bakteri penyebab TBC,” papar Lina. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia