Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Bekal Utama Persis Solo Adalah Chemistry Antar Pemain

12 Juni 2019, 21: 01: 22 WIB | editor : Perdana

BERJIBAKU: Iman Budi Hernandi (kiri) berebut bola dengan Dimas Galih pada sesi latihan Persis Solo di Lapangan Dibal.

BERJIBAKU: Iman Budi Hernandi (kiri) berebut bola dengan Dimas Galih pada sesi latihan Persis Solo di Lapangan Dibal. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Komposisi skuad Persis Solo musim ini, ternyata diisi oleh beberapa pemain yang sangat diharapkan bisa membawa Laskar Sambernyawa menggapai target promosi ke Liga 1. Banyak pemain yang sudah punya jam terbang tinggi yang jadi kekuatan Persis di Liga 2 2019.

”Waktu yang tersisa tinggal dua minggu  lagi ini, tentu salah satu hal utama yang harus kita lakukan untuk tim adalah memantapkan chemistry antarpemain. Saya lihat ada perkembangan besar yang terlihat di tim ini. Dan saya optimistis,” tutur Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono (AY).

Ada di grup timur, Persis dipastikan akan bertanding melawan klub-klub dari Jawa Timur, Kalimantan, Papua hingga Sulawesi. Keuntungan muncul, karena PSBS Biak dan Persewar Waropen sepertinya akan pindah home base di Jawa Timur. Hal ini tentu meringankan budget manajemen, yang tak perlu harus jauh-jauh bertandang ke Papua.

”Tetap saja, jadwal liganya saya lihat berat sekali. Hampir tanpa jeda, seminggu sekali pasti bertanding. Bahkan Juli jadwalnya padat sekali (lima laga, Red),” keluh pelatih asal Malang tersebut.

Jika bicara soal persaingan, coach AY mengakui ada beberapa klub yang memang cukup serius dalam berburu tim. Khususnya di grup timur yang akan mereka lawan. ”Semua tim berat, kita fokus ke tim sendiri saja. Yang pasti saya memang sudah punya gambaran kekuatan lawan,” tuturnya. 

Mantan manajer Persis Solo, Setiawan Muhammad mengakui dari beberapa peserta grup timur, dua wakil dari Kalimantan, yakni Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar yang sudah terang-terangan memasang target promosi musim ini.

”Mitra Kukar sepertinya enggan lama-lama di Liga 2, kalau Persiba setelah dipegang Gede Widiade juga perburuan pemainnya gila-gilaan. Selain dua nama itu, tentu ada nama PSIM juga yang harus diantisipasi,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Iwan, dengan durasi persiapan Persis yang lebih panjang ketimbang kompetitor, sejatinya dari sisi kualitas permainan Persis memang tak bisa diragukan lagi.

”Kendala kita mungkin hanya di uji coba dengan tim selevel yang kurang, ini karena hal teknis memang. tapi jika bicara kualitas pemain yang sudah bergabung, saya lihat malah komplet sekali. Walaupun jujur, pengurangan kuota dari 23 ke 21 itu jelas memberatkan pelatih juga. Terlebih kompetisi benar-benar ketat,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia