Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Rentenir Dilarang Masuk Mangkubumen

12 Juni 2019, 22: 08: 15 WIB | editor : Perdana

Rentenir Dilarang Masuk Mangkubumen

SOLO – Mengusung program Mpok Sinah Klamben dan Mangku Lawren, Kelurahan Mangkubumen mewakili Kota Solo dalam evaluasi perkembangan desa dan kelurahan (Epdeskel) tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Lurah Mangkubumen Beni Sumartono menjelaskan, Mpok Sinah merupakan singkatan dari kelompok seni dan usaha menengah Kelurahan Mangkubumen, sedangkan Mangku Lawren akronim dari Mangkubumen lawan rentenir. 

“Mpok Sinah Klamben menjadi inovasi unggulan karena berdampak pada perputaran ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan seni di Kelurahan Mangkumen. Inovasi pendukung yakni Mangku Lawren guna menyelamatkan pegiat usaha kecil dari bahaya renternir,” urainya dalam penilaian lomba di pendapa kelurahan setempat, Rabu (12/6).

Mpok Sinah Klamben beranggotakan pengusaha katering, makanan, musik, dan pakaian. Seluruh kegiatan di Pendapa Mangkubumen seluruhnya wajib menggunakan Mpok Sinah Klamben.

Di lain sisi, pihak Kelurahan Mangkubumen mengambil sikap tegas mengantisipasi bahaya rentenir. Sebanyak 20 orang warga telah diselamatkan dari jeratan rentenir.

“Kami tutup utangnya dan kami larang bertransaksi kembali. Ra ketang klungsu melu udu, kami meminta bantuan kepada warga yang mau dan mampu berkontribusi dalam penanggulangan rentenir. Yang sudah dibantu, harus membantu yang lain,” tegas Beni.

Koodinator anggota tim penilai lomba kelurahan tingkat Provinsi Jawa Tengah Yuwanto mengatakan, Kelurahan Mangkubumen bersaing dengan dua kelurahan lainnya dari Kota Semarang dan Magelang. Pada akhir bulan ini akan diumumkan juara pertama tingkat provinsi untuk mewakili di tingkat Nasional.

“Jadi kita buktikan antara berkas yang mereka kirim dengan bukti di lapangan. Berkas harus sesuai dengan keadaan riil lapangan” ujarnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia