Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Wargito, Perajin Miniatur Bus yang Karyanya Merambah Nusantara

13 Juni 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KREATIF: Wargito sedang menyelesaikan pembuatan miniatur bus di rumahnya.

KREATIF: Wargito sedang menyelesaikan pembuatan miniatur bus di rumahnya. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

Bagi para pencinta bus atau bus mania, mengoleksi miniatur kendaraan ini menjadi salah satu kebanggaan tersendiri. Nah, karya Wargito asal Karanganyar ini mungkin bisa menjadi salah satu referensi bagi mereka. 

RUDI HARTONO, Karanganyar

BERAWAL dari permintaan anak ketiganya yang saat itu masih berusia 5 tahun, untuk membelikan mainan bus, Wargito sempat dibuat pusing kepala. Jangankan untuk membelikan mainan sang anak, untuk membiayai kebutuhan harian saja saat itu sudah kembang kempis. Sebab, dia hanya mengandalkan usaha jasa potong rambut dan reparasi sol sepatu di Berjo, Ngargoyoso.

Saat dia memikirkan untuk memenuhi permintaan anaknya itu, sambil bekerja memotong rambut dan sol sepatu, pria 49 tahun tersebut sempat mengamati sejumlah bus yang melintas di depan tempat usahanya. 

Setelah beberapa hari mengamati bus-bus itu, akhirnya muncul ide membuat miniatur bus demi sang anak Muh Qoirul Azzam. Dia kemudian mencari referensi bahan-bahan untuk membuat sebuah miniatur bus.

Dipilihlah bahan utama kayu tripleks dan beberapa barang bekas. Kemudian mulai dipotong-potong sesuai dengan bentuk bus. Dan setelah beberapa hari akhirnya jadilah sebuah miniatur bus yang diberikan kepada anaknya. “Saat itu anak saya senang sekali setelah saya buatkan itu,” ujarnya.

Setelah berhasil membuat miniatur itu, Wargito pun mulai mencoba mengeksplore darah seninya untuk dikembangkan. Hasilnya, beberapa miniatur bus dan truk hasil karyanya tercipta. Setelah itu dia memajang di tempat usahanya.  

 “Ada teman yang sebelumnya berwisata ke sini (Ngargoyoso) kemudian melihat saya sedang membuat bus dan dia tertarik. Sampai beberapa orang asal Bali yang berwisata ke sini pesan agar dikirim ke Bali,” terang Wargito yang mengaku sudah menekuni keahlian ini sejak dua tahun lalu.

Untuk referensi membuat miniatur itu, Wargito mengaku hanya dari melihat bus-bus yang terparkir di sejumlah lokasi wisata di Ngargoyoso. Setelah mengamati beberapa menit, dia pun langsung membuat miniaturnya. “Butuh dua sampai tiga hari untuk membuat satu miniatur bus,” ujarnya.

Ditanya terkait kendala yang dialami dalam pembuatan miniatur ini, Wargito mengaku, masing-masing bus memiliki bentuk atau detail model  yang berbeda beda. Ini menjadi salah satu kendala bagi Wargito.

“Ada tiga model bus. Yakni, Karoseri, Adi Putro, dan Laksana. Harus tahu karakter masing-masing. Harganya juga berbeda. Kalau yang ful modifikasi Rp 500 ribu, kemudian kalau tanpa dimodifikasi seperti lampu, pintu, bagasi dan lainnya, Rp 250 sampai Rp 300 ribu,” ujarnya. (*/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia