Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Diprotes Jalan Rusak, Ganjar Ajak Warga Dialog 

13 Juni 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

CARI SOLUSI: Gubernur Ganjar Pranowo meninjau kondisi jalan rusak di Jalan KH Samanhudi Pekalongan.

CARI SOLUSI: Gubernur Ganjar Pranowo meninjau kondisi jalan rusak di Jalan KH Samanhudi Pekalongan. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

PEKALONGAN - Kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pekalongan disambut protes seorang warga. Peristiwa ini terjadi ketika meninjau Jalan KH Samanhudi di Kelurahan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan, Rabu (12/6) siang. 

Jalan sepanjang 550 meter itu merupakan jalur penghubung Kota Pekalongan dengan Kabupaten Pekalongan. Baru saja turun dari mobil dinasnya, Ganjar dihampiri sejumlah warga yang mengadukan kerusakan jalan yang sudah lama tidak ditangani.

Bahkan seorang warga tampak melontarkan protes kepada gubernur. Sebab, jalan di daerahnya tak hanya rusak, tapi juga sering tergenang air rob. Dia juga mempersoalkan penanganan pemerintah daerah setempat yang menurutnya asal-asalan dengan hanya diurug batu dan tanah. 

“Ini bagaimana pak gubernur, tanggung jawab pemerintah mana, jalan hanya diurug batu. Saluran air penuh sampah. Rob juga terus menggenangi pemukiman kami,” kata salah seorang warga kepada gubernur.

Setelah mendapat protes warga, Ganjar dengan sabar meladeni mereka dan memberikan penjelasan gamblang. “Kosek-kosek. Aku mrene kuwi ngecek, kerono entuk laporan, dalane diurug sementara. Soale butuh nggawe tanggul. Ojo langsung nesu. (Sebentar-sebentar, aku ke sini itu mau mengecek, karena dapat laporan. Jalannya diurug sementara karena untuk membuat tanggul, jangan langsung marah),” jawab Ganjar.

Belum selesai Ganjar menjawab, warga itu langsung menimpali dengan keluhan sampah di saluran sungai dan minta dibuatkan saluran permanen. “Banyak sampah di saluran air. Pemerintah harusnya memikirkan itu juga,” sergah warga.

Ganjar mengaku tidak tersinggung atas sikap warga tersebut. Dengan senyum khasnya, Ganjar justru mengajak warga ngobrol dengan santai. “Cara menyelesaikan masalah itu dengan musyawarah, bukan marah-marah,” kata Ganjar. 

Ganjar lalu mengajak warga yang semula protes dengan nada tinggi itu untuk tersenyum.

“Coba njenengan tersenyum, mesti ora isa. Soale sing neng pikirane njenengan negatif terus. Sampah itu njenengan ora gelem njupuki tha? (Coba kamu tersenyum, pasti tidak bisa. Itu karena yang dipikiranmu negatif terus. Sampah di situ itu ada karena kamu pasti tidak mau mengambilnya kan?),“ lanjutnya sambil menepuk pelan pundak warga itu.  

Ganjar mengatakan, warga yang tinggal di kawasan itu memang sering mengeluhkan jalan maupun pemukiman yang tergenang akibat rob dan limpasan air dari Sungai Widuri Pacar. Karena itu dia turun ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.

“Sementara jalan diuruk dulu. Sebab, untuk menangani jalan ini harus membuat talut sungai dan membendung air laut agar tidak masuk ke pemukiman. Pemerintah kota dan kabupaten sudah bertemu, tinggal dimusyawarahkan. Warga dan instansi terkait akan mencari solusi terbaik. Mau relokasi, atau bagaimana,” katanya. 

Setelah mendapat penjelasan Ganjar, pelan-pelan warga bersedia diajak rembugan. Warga yang semula marah tampak sudah mau tersenyum bahkan tertawa-tawa di akhir acara.

Didampingi Lurah Karangjompo Anita Fatmawati, Ganjar juga menjelaskan kepada warga, penyebab rob salah satunya karena penurunan permukaan bumi. Pembuatan tanggul pun mungkin bukan menjadi solusi. Yang dibutuhkan, kata dia, koordinasi atau musyawarah antara warga, lurah, camat, bupati dan wali kota harus dilakukan. “Warga meminta dibuatkan saluran, tetapi saluran yang ada justru menjadi tempat pembuangan sampah,” ujarnya. 

Lurah Karangjompo Anita Fatmawati pun menjelaskan kepada warga, seluruh aspirasi sudah masuk ke pemerintah. Untuk penanganan, dibutuhkan tahapan-tahapan, tidak bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan. 

“Semua sudah kami sampaikan kepada wali kota maupun bupati Pekalongan. Semoga segera diprioritaskan,” harapnya. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia