Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Sewu Kupat Angkat Perekonomian Warga 

13 Juni 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Perdana

SEWU KUPAT: Ketua PKK Kudus Rina Budhy Ariani, Bupati Kudus M Tamzil (dua dari kiri), Wakil Bupati Hartopo, Ketua PN Kudus, dan Kapolres Kudus di acara Sewu Kupat. 

SEWU KUPAT: Ketua PKK Kudus Rina Budhy Ariani, Bupati Kudus M Tamzil (dua dari kiri), Wakil Bupati Hartopo, Ketua PN Kudus, dan Kapolres Kudus di acara Sewu Kupat.  (DOK KOMINFO KUDUS )

Share this      

PERAYAAN kupatan Kanjeng Sunan Muria atau Sewu Kupat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus berlangsung semarak Rabu kemarin (12/6). Ada 21 gunungan berisi kupat, lepet, dan berbagai hasil bumi diarak menuju Taman Ria yang  masih satu area dari objek wisata Muria. Warga menyemut di sekitar perayaan tradisi yang rutin digelar setahun sekali ini. Hadir bupati kudus, wakil bupati, ketua DPRD, ketua PKK dan jajaran forkompimda. 

Prosesi diawali dengan penyerahan ketupat raksasa oleh BPD kepada Bupati Kudus Muhammad Tamzil dan wakil bupati. Kemudian dilanjut pemotongan ketupat dan lepet. Selain arak-arakan, dimeriahkan juga tari kolosal yang mengambil tema persatuan Indonesia. Warga dan tamu undangan yang duduk di tenda atas bukit pun tampak sumringah melihat aksi ini. 

Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Kasmudi menyampaikan,  kegiatan ini menampilkan pentas seni budaya berkarakter khas Kota Kretek. Yang menggambarkan Kudus yang modern, religius dan sejahtera. ”Untuk melestarikan nilai tradisi lokal dan mengangkat potensi seni budaya Kudus. Khususnya estetika Colo,” katanya.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil juga mengapresiasi kegiatan ini. Dia melihat antusiasme warga. Mulai dari pertunjukan sendra tari hingga arak-arakan 21 gunungan kupat  yang dilakukan secara gotong royong.

”Semoga kegiatan ini mendapat berkah. Saya mendoakan dimudahkan rezekinya. Dilancarkan semua urusan dan hajat tercapai,” ungkapnya.

Selain memiliki nilai budaya, prosesi Sewu Kupat juga mempunyai nilai ekonomi. Hal itu terlihat dari UMKM yang turut memeriahkan kegiatan ini. Ada produk kopi muria, olahan parijoto, olahan ganyong. Ketiga merupakan makanan khas di Gunung Muria. 

”Saya bangga melihat semangat warga. Dari sekian UMKM yang tumbuh, beberapa ada hasil pelatihan wirausaha dari pemkab. Dari Colo ada enam orang yang masing-masing dapat modal Rp 10 juta untuk kluster kopi,” katanya. 

Izin usaha masih menjadi momok bagi industri rumah tangga. Maka, pemkab akan mengambil langkah untuk mempermudah perizinan. ”Tadi saya sudah meminta kepala dinas kesehatan jemput bola. Jangan menunggu warga datang,” imbuhnya. 

Setelah pertunjukan sendra tari dilanjutkan kepungan tumpeng yang dibuka langsung oleh bupati secara simbolis. Warga pun berebut mengambil ketupat, lepet, dan hasil bumi. (vah/mal)

(rs/jpr/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia