Rabu, 26 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Berharap Klewer Timur Segera Dibangun, Terus Jalin Komunikasi

13 Juni 2019, 15: 27: 55 WIB | editor : Perdana

Berharap Klewer Timur Segera Dibangun, Terus Jalin Komunikasi

SOLO - Pedagang Pasar Klewer sisi timur memastikan bahwa penggugat Pemkot Surakarta dan Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo bukan dari mereka. Pedagang yang kini menempati kios pasar darurat di alun-alun utara menyatakan bahwa selama ini komunikasi dengan pemkot terus terjalin terkait pembangunan pasar tersebut. 

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur Sutarso merasa perlu klarifikasi agar tidak ada salah paham antara pemerintah setempat dan pedagang Pasar Klewer sisi timur. Dia mengaku langsung keliling dan konfirmasi kepada pedagang terkait vsejumlah nama yang muncul sebagai penggugat di pemberitaan berbagai media massa.

“Saya langsung cari nama-nama itu ternyata bukan pedagang. Saya tanya semua pengurus dan beberapa pedagang tidak ada yang kenal nama-nama itu,” tegas Sutarso ditemui di kiosnya di Blok QT 08 pasar darurat alun-alun utara kemarin (12/6).

Sutarso mengatakan, pedagang Pasar Klewer timur tidak begitu mengkhawatirkan kapan pembangunan dimulai, mengingat pedagang sudah mendapat sejumlah informasi dari Dinas Perdagangan Kota Surakarta soal kepastian pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Hal ini tidak lepas dari rutinnya koordinasi yang dilakukan paguyuban dengan pemkot. 

“Kami sudah tahu kalau ada informasi pembangunan dalam waktu dekat. Makanya pedagang di sini tenang-tenang saja. Kalau pedagang ada butuh informasi biasanya tanya langsung. Nanti kalau saya tidak bisa jawab baru kami buat jadwal pertemuan dengan dinas. Kalau soal gugatan itu urusan mereka yang menggugat. Tapi saya kira itu bukan gugatan ya tapi seperti protes saja,” beber Sutarso. 

Pihaknya berharap masalah itu tidak usah dibesar-besarkan. Pihaknya berharap realisasi pembangunan juga bisa segera diupayakan. Paling tidak usulan pedagang yang meminta ukuran kios sama dengan bangunan lama tetap diakomodasi. “Pembangunan harapan bisa seperti dulu. Ukuran kios paling kecil 2 x 1,5 meter, 2x2 meter, 2x3 meter dan seterusnya,” kata dia.

Disinggung soal molornya pembangunan yang menyebabkan omzet pedagang turun, Sutarso menampik klaim sepihak tersebut. “Penurunan omzet belum tentu karena masalah pembangunan, tapi bisa karena perubahan pangsa pasar dalam beberapa tahun ini,” ujarnya.

Pedagang lain memaknai bahwa gugatan itu sebagai bentuk dorongan kepada pemkot agar bisa secepat mungkin merealisasikan pembangunan Pasar Klewer sisi timur. 

“Saya sebagai pedagang pastinya ingin segera menempati pasar baru. Pedagang sudah mulai jenuh berlama-lama berjualan di pasar darurat,” ujar Ahmad Sodik, 54.

Di sisi lain, Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) juga berharap pemkot bisa segera merealisasikan pembangunan pasar yang sudah dirobohkan sejak dua tahun silam. 

Ketua umum HPPK Tafip Harjono menuturkan apabila pasar di sisi timur sudah terbangun, maka pengawasan akan lebih terfokus, serta roda perekonomian akan berjalan maksimal. “Kalau sudah jadi, maka jarak antara pasar di barat dan timur akan semakin dekat,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Surakarta Sugeng Riyanto juga mengaku selama ini pemkot terus menjalin komunikasi dengan legislatif dalam menyusun rencana pembangunan Pasar Klewer timur. 

Komisi III juga mengetahui secara detail proses administrasi hingga komunikasi dengan Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

“Saya kira pemkot dan DPRD sudah melakukan upaya-upaya maksimal untuk komunikasi. Karena dari awal, rehab Klewer timur disepakati dibangun oleh pemerintah pusat. Selama ini arah ke sana progresnya berjalan, cuma tinggal menunggu eksekusi,” katanya. (ves/atn/irw/bun)

(rs/ves/yan/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia