Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pentingnya Manajemen Risiko bagi BPR

13 Juni 2019, 16: 07: 37 WIB | editor : Perdana

PERKETAT PENGAWASAN: BPR ikut dilibatkan dalam program penukaran uang baru, belum lama ini.

PERKETAT PENGAWASAN: BPR ikut dilibatkan dalam program penukaran uang baru, belum lama ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penerapan manajemen risiko merupakan upaya badan perkreditan rakyat (BPR) untuk memperkuat kelembagaan dan reputasi mereka. Sesuai arahan kebijakan pengembangan BPR itu sendiri. Mengingat persaingan bisnis saat ini semakin kuat.

Ketua Paguyuban Pemegang Saham dan Komisaris (Pesakom) Solo Raya Wymbo Widjaksono mengatakan, persaingan kuat membuat aktivitas bisnis kian kompleks. Sehingga potensi risiko yang muncul juga tinggi. Inilah yang menggawangi BPR menerapkan manajemen risiko. Sudah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/POJK.03/2015.

”Dengan peraturan ini, diharapkan dapat menciptakan sektor keuangan yang tumbuh dengan baik dan berkelanjutan. Stabil serta memiliki daya saing tinggi. Ke depan kami akan melakukan workshop mengenai penerapannya. Workshop rencananya diikuti jajaran direksi, komisaris, dan pejabat eksekutif BPR seeks Karesidenan Surakarta,” jelas Wymbo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/6).

Ditambahkan Wymbo, workshop ini menindaklanjuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai manajemen risiko bagi BPR. Sehingga semua BPR dan jajarannya paham mengenai hal tersebut. Tak hanya menerapkan manajemen risiko, BPR sendiri juga wajib melakukan pengawasan.

Wymbo juga mengimbau BPR agar meningkatkan profesionalisme dalam menyusun laporan pengawasan rencana bisnis. Serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengelola bisnis. Tujuannya agar BPR tidak mengalami fraud saat dilikuidasi lembaga penjamin simpanan (LPS). Sementara ini, matinya BPR bukan disebabkan kalah bersaing, tetapi justru karena lemahnya pengawasan.

”Penyusunan laporan pengawasan ini penting. Agar teman-teman dewan komisaris, dewan pengawas, dan pemegang saham pengendali punya pegangan dalam mengawasi BPR-nya,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia